Medan-Mediadelegasi: Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti upacara penghormatan khusus yang digelar oleh Kontingen Pasukan Perdamaian Dunia (UNIFIL) untuk mengenang gugurnya Kopral Dua (Kopda) Rico Pramudia. Prajurit TNI yang gugur dalam tugas mulia ini mendapatkan penghormatan tertinggi dari seluruh keluarga besar PBB di Lebanon.
Upacara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir bagi pahlawan muda asal Indonesia tersebut.
Dalam pidatonya yang penuh emosi, Abagnara menyoroti pengabdian Rico yang datang jauh dari tanah airnya demi mengemban tugas di bawah bendera PBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kamu datang ke sini, jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB, untuk membawa perdamaian di kawasan ini. Di sini, di Lebanon selatan, kamu telah memberikan segalanya. Hormat kami atas segala pengorbananmu untuk perdamaian di tanah ini,” ujar Abagnara dikutip dari laman resmi UNIFIL, Senin (27/4/2026).
Komandan senior tersebut juga menegaskan bahwa semangat dan pengorbanan Rico akan menjadi pendorong bagi rekan-rekannya untuk terus menjalankan misi dengan lebih baik. Menurutnya, menjaga komitmen dan tetap teguh pada tugas adalah cara terbaik untuk menghormati kepergian sang pahlawan.
“Sebagai sesama pasukan perdamaian, kita terus membawa misi ke depan. Kita akan tetap teguh. Kita tetap bersatu, kita tetap waspada. Ini adalah cara kami menghormatimu. Kamu akan kami kenang, di setiap langkah kami, di setiap komitmen, dan panggilan tugas kami,” tegasnya.
UNIFIL juga mencatat sosok Rico sebagai prajurit yang penuh dedikasi. Diketahui, Rico yang berusia 31 tahun ini meninggalkan istri dan seorang anak laki-laki yang masih kecil. Penugasan di Lebanon yang dimulai sejak April 2025 lalu merupakan misi internasional pertamanya, namun sayang berakhir tragis.
Upacara penghormatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya adalah Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta Komandan Kontingen Garuda Kolonel Allan Surya Lesmana.
Kopda Rico Pramudia gugur setelah berjuang selama hampir sebulan di rumah sakit Beirut. Ia terluka parah akibat ledakan yang diakibatkan oleh tembakan artileri dari tank Israel yang menghantam posisi pasukan di dekat kota Adchit Al Qusayr pada akhir Maret lalu.
Tragedi ini menjadikan Rico sebagai korban jiwa keempat dari kontingen Indonesia dalam kurun waktu yang sangat singkat. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur pada insiden yang sama pada 29 Maret. Kemudian disusul gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan pada 30 Maret saat konvoi diserang.
Rangkaian serangan yang terjadi antara akhir Maret hingga awal April tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan tujuh prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia dan komunitas internasional.
Tidak hanya Indonesia, negara sahabat Prancis juga turut merasakan kesedihan yang sama. Baru-baru ini, dua prajurit Prancis anggota UNIFIL juga gugur usai patroli mereka diserang pada 18 April lalu di tengah eskalasi ketegangan yang semakin memanas di wilayah Lebanon selatan, menandakan betapa berbahayanya tugas yang diemban oleh para penjaga perdamaian dunia tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












