UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia, Pengabdianmu Tak Akan Hilang

Senin, 27 April 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNIFIL menggelar upacara penghormatan mengenang Kopda Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur di Lebanon akibat serangan Israel. Foto: Ist.

UNIFIL menggelar upacara penghormatan mengenang Kopda Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur di Lebanon akibat serangan Israel. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti upacara penghormatan khusus yang digelar oleh Kontingen Pasukan Perdamaian Dunia (UNIFIL) untuk mengenang gugurnya Kopral Dua (Kopda) Rico Pramudia. Prajurit TNI yang gugur dalam tugas mulia ini mendapatkan penghormatan tertinggi dari seluruh keluarga besar PBB di Lebanon.

Upacara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir bagi pahlawan muda asal Indonesia tersebut.

Dalam pidatonya yang penuh emosi, Abagnara menyoroti pengabdian Rico yang datang jauh dari tanah airnya demi mengemban tugas di bawah bendera PBB.

“Kamu datang ke sini, jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB, untuk membawa perdamaian di kawasan ini. Di sini, di Lebanon selatan, kamu telah memberikan segalanya. Hormat kami atas segala pengorbananmu untuk perdamaian di tanah ini,” ujar Abagnara dikutip dari laman resmi UNIFIL, Senin (27/4/2026).

Komandan senior tersebut juga menegaskan bahwa semangat dan pengorbanan Rico akan menjadi pendorong bagi rekan-rekannya untuk terus menjalankan misi dengan lebih baik. Menurutnya, menjaga komitmen dan tetap teguh pada tugas adalah cara terbaik untuk menghormati kepergian sang pahlawan.

BACA JUGA:  Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

“Sebagai sesama pasukan perdamaian, kita terus membawa misi ke depan. Kita akan tetap teguh. Kita tetap bersatu, kita tetap waspada. Ini adalah cara kami menghormatimu. Kamu akan kami kenang, di setiap langkah kami, di setiap komitmen, dan panggilan tugas kami,” tegasnya.

UNIFIL juga mencatat sosok Rico sebagai prajurit yang penuh dedikasi. Diketahui, Rico yang berusia 31 tahun ini meninggalkan istri dan seorang anak laki-laki yang masih kecil. Penugasan di Lebanon yang dimulai sejak April 2025 lalu merupakan misi internasional pertamanya, namun sayang berakhir tragis.

Upacara penghormatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya adalah Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta Komandan Kontingen Garuda Kolonel Allan Surya Lesmana.

Kopda Rico Pramudia gugur setelah berjuang selama hampir sebulan di rumah sakit Beirut. Ia terluka parah akibat ledakan yang diakibatkan oleh tembakan artileri dari tank Israel yang menghantam posisi pasukan di dekat kota Adchit Al Qusayr pada akhir Maret lalu.

BACA JUGA:  Mojtaba Khamenei Resmi Menjadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Tragedi ini menjadikan Rico sebagai korban jiwa keempat dari kontingen Indonesia dalam kurun waktu yang sangat singkat. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur pada insiden yang sama pada 29 Maret. Kemudian disusul gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan pada 30 Maret saat konvoi diserang.

Rangkaian serangan yang terjadi antara akhir Maret hingga awal April tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan tujuh prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia dan komunitas internasional.

Tidak hanya Indonesia, negara sahabat Prancis juga turut merasakan kesedihan yang sama. Baru-baru ini, dua prajurit Prancis anggota UNIFIL juga gugur usai patroli mereka diserang pada 18 April lalu di tengah eskalasi ketegangan yang semakin memanas di wilayah Lebanon selatan, menandakan betapa berbahayanya tugas yang diemban oleh para penjaga perdamaian dunia tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru