Pilu, Ibu Baru Melahirkan di Pandeglang Harus Ditandu Pakai Bambu dan Sarung Akibat Jalan Rusak Parah

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga Desa Lewibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, menandu ibu baru melahirkan bernama Umayah menggunakan bambu dan kain sarung, Minggu (10/5/2026). Foto: Ist.

Sejumlah warga Desa Lewibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, menandu ibu baru melahirkan bernama Umayah menggunakan bambu dan kain sarung, Minggu (10/5/2026). Foto: Ist.

Pandeglang-Mediadelegasi: Kisah pilu dan menyayat hati datang dari Desa Lewibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Seorang ibu baru melahirkan bernama Umayah harus menempuh perjalanan pulang dengan cara yang sangat sulit dan menyakitkan. Ia harus ditandu oleh warga menggunakan bambu dan kain sarung karena akses jalan di daerahnya rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Peristiwa haru dan sedih ini terjadi pada Minggu (10/5/2026) lalu, dan videonya kini menyebar luas serta menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak sekelompok warga bahu-membahu menggotong Umayah yang masih dalam kondisi lemah pasca persalinan. Ia diletakkan di atas rangkaian bambu yang diikat dengan kain sarung, berfungsi sebagai tandu darurat sederhana.

Jarak yang harus ditempuh dari Pos Pelayanan Kesehatan Desa (Poskesdes) Lewibalang menuju kediaman Umayah sebenarnya tidak terlalu jauh, sekitar 300 meter saja. Namun, jarak pendek itu terasa sangat panjang dan berat karena kondisi jalan yang berlubang, becek, dan rusak parah di sepanjang jalur tersebut. Tidak ada kendaraan, bahkan sepeda motor sekalipun, yang sanggup melintas dengan aman.

Angga, salah satu warga setempat yang juga bekerja sebagai tenaga medis di desa tersebut, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa apa yang dialami Umayah bukanlah kasus tunggal atau pertama kali terjadi. Fenomena menyedihkan di mana warga harus ditandu untuk berobat atau pulang dari pengobatan sudah menjadi pemandangan yang sangat sering terjadi di wilayahnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Indonesia Sepakat Beli 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Penuhi Setengah Kebutuhan Nasional

“Sering banget yang ditandu. Hampir setiap ada warga sakit atau ibu melahirkan, pasti begini. Kondisi jalan yang rusak parah menjadi satu-satunya penyebab utama masalah ini,” ujar Angga saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Menurut penuturan Angga, bambu dan kain sarung seolah sudah menjadi peralatan wajib dan alat kesehatan tambahan yang harus selalu tersedia di desa itu. Keduanya adalah satu-satunya solusi darurat yang dimiliki warga agar pasien bisa dibawa ke fasilitas kesehatan atau dibawa pulang ke rumah setelah mendapatkan pertolongan medis.

Kisah Umayah yang harus ditandu ini sebenarnya masih tergolong beruntung dibandingkan dengan kejadian-kejadian sebelumnya yang jauh lebih tragis. Angga dengan mata berkaca-kaca menceritakan bahwa sudah ada korban jiwa akibat kondisi jalan yang buruk ini. Ada warga yang meninggal dunia saat sedang dalam proses digotong atau ditandu menuju tempat berobat karena terlambat mendapatkan pertolongan medis.

“Yang meninggal pas digotong ada, pas mau berobat. Itu kejadian nyata yang pernah saya alami dan saya saksikan sendiri. Sangat menyedihkan, tapi kita tidak punya pilihan lain selain menggotongnya pakai cara itu,” kenang Angga mengenang peristiwa pahit tersebut.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon

Semua kesulitan dan risiko nyawa ini terjadi karena pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan di Desa Lewibalang dan sekitarnya dinilai sangat terabaikan. Meski sering diukur dan disurvei oleh pihak-pihak terkait atau dinas teknis dari pemerintah, namun hingga kini tidak ada perubahan berarti atau perbaikan yang dilakukan secara nyata di lapangan.

“Diukur aja jalan mah sama pemerintah, sering diukur, sering dicek, tapi sampai sekarang tidak pernah dibangun atau diperbaiki. Kami sudah lapor berkali-kali, tapi hasilnya nihil. Jalan tetap rusak, kami tetap susah,” keluh Angga mewakili suara warga Desa Lewibalang.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan mengingat desa tersebut membutuhkan akses yang lancar demi menjamin kesehatan dan keselamatan warga, terutama ibu hamil, ibu bersalin, dan warga yang sakit kritis. Jalan yang rusak bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi nyawa dan kesehatan masyarakat.

Angga dan seluruh warga Desa Lewibalang kini menaruh harapan besar agar pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang segera turun tangan dan mengambil langkah konkret. Mereka berharap perbaikan jalan segera dilakukan, agar tidak ada lagi kisah-kisah pilu seperti nasib Umayah, apalagi sampai ada nyawa melayang hanya karena sulitnya akses menuju pelayanan kesehatan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yaqut Cholil Qoumas Tantang KPK Buktikan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Kuota Haji
Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh Ditangkap Diduga Langgar Syariat Islam di Ruang Kerja
Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah diwarnai Aksi Tolak, Massa Desak Perkara Korupsi Diusut Tuntas
Bareskrim Polri Tetapkan Mantan Kepala Pelatnas Panjat Tebing HB Tersangka Kekerasan Seksual
Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka
BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Tantang KPK Buktikan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Kuota Haji

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh Ditangkap Diduga Langgar Syariat Islam di Ruang Kerja

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah diwarnai Aksi Tolak, Massa Desak Perkara Korupsi Diusut Tuntas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:06 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Mantan Kepala Pelatnas Panjat Tebing HB Tersangka Kekerasan Seksual

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Berita Terbaru