BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Meski Anggaran Dipangkas

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN memastikan program MBG tetap berjalan optimal meski anggaran tahun 2026 disesuaikan menjadi Rp268 triliun. Foto: Ist.

BGN memastikan program MBG tetap berjalan optimal meski anggaran tahun 2026 disesuaikan menjadi Rp268 triliun. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya tetap mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi penggunaan anggaran negara.

Menurut Nanik, langkah penghematan anggaran dilakukan agar belanja negara menjadi lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran lebih difokuskan pada pengurangan belanja operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan program prioritas pemerintah.

“BGN mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, terkait efisiensi anggaran negara agar penggunaannya semakin optimal,” ujar Nanik dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Nanik menyebut koordinasi antara BGN dan Kementerian Keuangan tetap berjalan baik guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terlaksana secara berkelanjutan.

Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

BACA JUGA:  Menteri Keuangan Beri Tenggat 6 Bulan Bawa Pulang Aset Luar Negeri, Tegas: Tak Ada Lagi Tax Amnesty

Menurut Nanik, sinergi antara pemerintah dan BGN menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga kualitas program sekaligus memastikan pengelolaan anggaran berlangsung transparan dan akuntabel.

Dalam postur APBN 2026, pemerintah menetapkan alokasi anggaran resmi BGN sebesar Rp268 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah Indonesia.

Hingga 24 Mei 2026, program MBG disebut telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui dukungan 29.225 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.

Pemerintah memastikan program tetap berjalan maksimal meski terdapat penyesuaian anggaran pada sejumlah pos operasional tertentu.

Nanik menilai kebijakan efisiensi justru menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, melainkan memperkuat efektivitas penggunaan dana negara.

BACA JUGA:  Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal dan program berjalan berkelanjutan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah sedang melakukan penyesuaian anggaran program MBG sebagai bagian dari strategi penghematan belanja negara.

Pagu anggaran MBG tahun 2026 untuk sementara ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibanding target awal yang sebelumnya mencapai Rp335 triliun.

Menurut Purbaya, kebijakan penghematan dilakukan sesuai arahan Presiden guna memastikan penggunaan dana BGN menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Ia juga menyebut angka anggaran tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami perubahan setelah proses evaluasi serta perhitungan lanjutan selesai dilakukan pemerintah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru