Medan – Mediadelegasi: Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Indonesia di kancah internasional. Dua orang siswa dari Pesantren Darul Mursyid, Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Penghargaan ini diberikan langsung oleh NASA sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi keduanya sebagai peneliti keamanan siber independen (independent security researcher) yang berhasil melaporkan celah kerentanan keamanan pada salah satu aset digital milik badan antariksa Amerika Serikat tersebut.
Menemukan Kerentanan Broken Link Hijacking
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kerentanan yang ditemukan oleh Rakha dan Naufal berkaitan dengan potensi Broken Link Hijacking pada tautan media sosial milik NASA. Tautan-tautan tersebut diketahui sudah tidak aktif, namun masih terpampang di halaman situs resmi NASA.
Untuk menemukan celah ini, keduanya menggunakan metode dorking dan information gathering yang cermat. Mereka menelusuri berbagai tautan yang tersedia di situs resmi NASA untuk memastikan apakah ada tautan yang sudah kedaluwarsa atau tidak lagi dikelola.
Hasil analisis mereka menunjukkan bahwa jika tautan yang tidak aktif tersebut tidak segera diperbaiki, pihak tidak bertanggung jawab berpotensi mengambil alih tautan tersebut dan menyalahgunakannya. Dampaknya bisa sangat serius, mulai dari aktivitas phishing hingga penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan lembaga resmi.
Proses Pelaporan yang Profesional
Sebagai bentuk tanggung jawab etis, temuan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi melalui platform Bugcrowd dalam program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA. Setelah melalui proses verifikasi yang ketat oleh tim ahli keamanan NASA, laporan yang diajukan oleh Rakha dan Naufal terbukti valid.
Kelvin Taylor, Senior Agency Information Security Officer (SAISO) NASA, melalui surat apresiasinya menyatakan bahwa kemampuan mendeteksi dan melaporkan kerentanan keamanan adalah keterampilan yang sangat berharga di industri keamanan informasi.
”Pelaporan Anda telah memfasilitasi kesadaran NASA akan kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui dan membantu kami melindungi integritas serta ketersediaan informasi NASA,” tulis Kelvin Taylor dalam surat resminya.
Kebanggaan bagi Pesantren Darul Mursyid
Keberhasilan Rakha dan Naufal ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia, khususnya dari lingkungan pesantren, mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di bidang teknologi informasi global. Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan di bidang siber dan menggunakan keahlian mereka untuk hal-hal yang bermanfaat bagi keamanan digital dunia.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda secara resmi tercatat dalam komunitas keamanan siber yang diakui oleh NASA, sebuah pencapaian yang luar biasa bagi siswa jenjang sekolah menengah.D|Red







