Prabowo Seloroh: Panglima TNI dan Kapolri Sulit Diganti, Namanya Gabung Jadi “Prabowo Subianto”

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Foto: Ist.

Gorontalo-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian dan tafsir beragam saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Dalam pidatonya, ia menyebut bahwa dua pemimpin tertinggi kekuatan pertahanan dan keamanan negara ini sulit untuk diganti.

Alasan yang disampaikan pun terasa unik sekaligus mengundang tanya. Menurutnya, jika nama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo digabungkan, maka akan membentuk nama dirinya sendiri, yakni Prabowo Subianto.

“Panglima TNI ada Subiyanto-nya, Kapolri ada Prabowo-nya. Susah kalau diganti ya,” ujar Presiden sambil tersenyum, yang langsung disambut tawa dan sorak sorai dari ribuan peserta yang hadir di lokasi acara.

Seloroh ini muncul tepat saat Prabowo memperkenalkan deretan pejabat tinggi negara yang mendampinginya dalam kegiatan tersebut. Di hadapan peserta, ia menyebutkan satu per satu nama pimpinan TNI, Polri, serta sejumlah menteri kabinet yang turut hadir.

Di satu sisi, pernyataan ini terkesan hanya sebagai candaan santai untuk mencairkan suasana. Namun di sisi lain, ungkapan tersebut memicu berbagai tanggapan dan tafsir di tengah publik, mengingat posisi Panglima TNI dan Kapolri adalah jabatan strategis yang sangat krusial bagi stabilitas negara.

BACA JUGA:  Pacitan Selatan Berduka: Gempa Laut Guncang Daratan

Apakah ini sekadar gurauan belaka, atau justru menjadi sinyal tersirat bahwa kedua tokoh tersebut akan tetap bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama? Pertanyaan ini pun mulai mengemuka di kalangan pengamat politik dan masyarakat luas.

Sebelum melontarkan pernyataan itu, Presiden Prabowo tiba di lokasi acara Sport Center Limboto sekitar pukul 11.20 WITA dengan mengenakan baju safari dan peci berwarna cokelat. Kedatangannya langsung disambut antusias oleh puluhan ribu warga dan peserta yang sudah menunggu sejak pagi hari.

Suasana terasa meriah saat Presiden melambaikan tangan dan menyapa langsung para peserta yang berada di barisan terdepan. Kehadiran jajaran pejabat tinggi seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya semakin melengkapi kekuatan pimpinan yang hadir.

Acara PENAS sendiri bertujuan untuk mempertemukan para pelaku usaha di sektor pertanian dan kelautan guna berbagi inovasi teknologi, membangun kemitraan, serta menyamakan langkah menuju kedaulatan pangan nasional. Namun, perhatian publik seketika teralihkan pada pernyataan Presiden tadi.

BACA JUGA:  Pembebasan Terpidana Kericuhan Demo Agustus 2025

Bagi sebagian kalangan, pernyataan itu dianggap sebagai bentuk dukungan kuat dan kepercayaan penuh Prabowo terhadap kepemimpinan Agus Subiyanto dan Listyo Sigit. Namun, tidak sedikit yang memandangnya dengan pandangan lebih kritis, mengingat masa jabatan pejabat publik harus selalu dikaitkan dengan kinerja dan hasil kerja, bukan sekadar kebetulan nama.

Pertanyaan pun muncul: apakah kelanjutan masa jabatan dua pemimpin ini akan lebih ditentukan oleh keberhasilan memimpin institusi, atau justru faktor keakraban dan kesamaan nama yang menjadi pertimbangan utama? Hal ini tentu menjadi perhatian tersendiri mengingat kebutuhan regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI dan Polri adalah hal yang wajar dan perlu.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi lebih lanjut mengenai makna mendalam dari seloroh tersebut. Namun, pernyataan singkat itu sudah cukup memicu perbincangan hangat. Masyarakat pun menanti apakah gurauan ini akan menjadi kenyataan dalam dinamika kepemimpinan negara ke depannya, atau sekadar cara santai Presiden memuji kepercayaannya kepada kedua anak buahnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemnaker Raih Sertifikat ISO 37001:2025, Perkuat Komitmen Anti Penyuapan dan Tata Kelola Bersih
LPSK Kaji Permohonan Sony Sonjaya: Mungkinkah Status Justice Collaborator Diberikan Meski Sudah Ditolak Kejagung?
Dua Peserta SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil, Kemhan Sampaikan Duka dan Janji Evaluasi
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan, Persoalkan Sah Tidaknya Penggeledahan
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Kemnaker dan Huawei Jalin Kerja Sama Perkuat Pendidikan Vokasi dan Daya Saing SDM
Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi 2026, Anggarkan Rp6,26 Triliun untuk Magang dan Vokasi
Wamenaker Buka Bhayangkara Presisi Job Fair di Jambi: UMKM Adalah Tulang Punggung Ekonomi Bangsa
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:17 WIB

Kemnaker Raih Sertifikat ISO 37001:2025, Perkuat Komitmen Anti Penyuapan dan Tata Kelola Bersih

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:38 WIB

LPSK Kaji Permohonan Sony Sonjaya: Mungkinkah Status Justice Collaborator Diberikan Meski Sudah Ditolak Kejagung?

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

Prabowo Seloroh: Panglima TNI dan Kapolri Sulit Diganti, Namanya Gabung Jadi “Prabowo Subianto”

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:03 WIB

Dua Peserta SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil, Kemhan Sampaikan Duka dan Janji Evaluasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:32 WIB

Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan, Persoalkan Sah Tidaknya Penggeledahan

Berita Terbaru