Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat di Indonesia, Ini Wilayah yang Bisa Menyaksikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026. Foto: Ist.

Ilustrasi Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Fenomena alam langka berupa Gerhana Matahari Total akan berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Namun, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah menjelaskan alasan mengapa gerhana tersebut tidak dapat diamati dari wilayah tanah air.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa jalur lintasan gerhana tidak melewati wilayah Indonesia. Selain itu, fase utama gerhana berlangsung tepat saat wilayah Indonesia sedang berada dalam waktu malam hari, sehingga secara posisi dan waktu tidak memungkinkan untuk diamati secara langsung.

Gerhana Matahari Total ini hanya dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat yang berada di wilayah Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara. Di wilayah-wilayah tersebut, langkah akan berubah gelap gulita sejenak saat Bulan menutupi sepenuhnya piringan Matahari.

Bagi masyarakat Indonesia yang tetap ingin menyaksikan peristiwa fenomenal ini, BMKG memberikan saran agar dapat mengikuti siaran langsung pengamatan melalui kanal resmi milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat menyaksikan tanpa harus berada di lokasi jalur gerhana.

BACA JUGA:  BMKG Imbau Masyarakat Waspada Peningkatan Curah Hujan hingga Awal 2026

Rangkaian peristiwa gerhana dimulai sejak fase Gerhana Sebagian yang terjadi pada pukul 15.34 Waktu Universal Terkoordinasi atau setara pukul 22.34 Waktu Indonesia Barat. Pada tahap ini, piringan Matahari mulai terlihat tertutup sebagian oleh bayangan Bulan.

Selanjutnya, fase Gerhana Total di lokasi awal mulai teramati pada pukul 16.57 Waktu Universal atau pukul 23.57 WIB. Mulai saat itulah wilayah yang dilintasi jalur utama gerhana mulai mengalami kegelapan total karena Matahari tertutup sepenuhnya.

Puncak dari fenomena Gerhana Matahari Total ini terjadi pada pukul 17.45 Waktu Universal atau pukul 00.45 WIB, yang secara waktu Indonesia sudah memasuki tanggal 13 Agustus 2026. Pada momen inilah kegelapan mencapai titik terjauh di wilayah yang dilintasi bayangan inti.

Seluruh rangkaian peristiwa gerhana pun akhirnya berakhir pada pukul 19.57 Waktu Universal atau pukul 02.57 WIB pada tanggal 13 Agustus 2026. Secara keseluruhan, proses dari awal hingga akhir gerhana berlangsung selama kurang lebih empat jam.

Secara ilmiah, Gerhana Matahari Total terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus sempurna pada fase Bulan Baru. Dari sudut pandang Bumi, piringan Bulan tampak menutupi sepenuhnya piringan Matahari sehingga cahaya Matahari terhalang sepenuhnya.

BACA JUGA:  Gempabumi Taput Lebih 70 X Sehari

Kondisi tersebut menyebabkan suasana yang tadinya terang benderang berubah menjadi gelap gulita seketika di wilayah yang dilintasi jalur bayangan inti atau yang disebut dengan istilah umbra. Sementara wilayah yang hanya dilintasi bayangan samar atau penumbra akan mengalami gerhana sebagian saja.

Meskipun masyarakat Indonesia tidak berada di jalur gerhana kali ini, BMKG tetap mengingatkan kepada siapa pun yang berada di wilayah pengamatan agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung mata. Wajib menggunakan kacamata khusus berfilter matahari agar tidak merusak penglihatan.

Peristiwa Gerhana Matahari Total ini menjadi pengingat akan keagamaan ciptaan alam semesta yang berulang dalam kurun waktu tertentu. Bagi masyarakat Indonesia, tetaplah bersabar menantikan giliran wilayah tanah air dilintasi jalur gerhana pada peristiwa-peristiwa berikutnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Tertekan Dolar AS, BI Siapkan Strategi Penjagaan Stabilitas Nilai Tukar
Wamenhaj Dahnil Anzar Bantah Isu Anaknya Terlibat Bullying di Sekolah ICM Tangsel, Sebut Hoaks
Kalapas Cibinong Nonaktif Akui Perintah Pindahkan Barang, Yanuar: Anda Bohongi Rakyat Indonesia
Ombudsman RI Jelaskan Alasan Tak Hadir RDP Komisi XIII DPR Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Ferdy Sambo Diperiksa Kemenimipas Terkait Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Ombudsman Tak Hadir RDP Komisi XIII DPR Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjen Pas Diminta Jelaskan
Kementerian Imipas Nonaktifkan 5 Pejabat Lapas Cibinong usai Temuan Fasilitas Mewah Berstandar Apartemen
Wagub Surya Tetapkan Target SAKIP Pemprov Sumut Naik BB pada 2026, Lalu A pada 2028
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:31 WIB

Rupiah Tertekan Dolar AS, BI Siapkan Strategi Penjagaan Stabilitas Nilai Tukar

Senin, 28 September 2026 - 16:23 WIB

Wamenhaj Dahnil Anzar Bantah Isu Anaknya Terlibat Bullying di Sekolah ICM Tangsel, Sebut Hoaks

Senin, 28 September 2026 - 16:06 WIB

Kalapas Cibinong Nonaktif Akui Perintah Pindahkan Barang, Yanuar: Anda Bohongi Rakyat Indonesia

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Ombudsman RI Jelaskan Alasan Tak Hadir RDP Komisi XIII DPR Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 - 11:43 WIB

Ombudsman Tak Hadir RDP Komisi XIII DPR Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjen Pas Diminta Jelaskan

Berita Terbaru