Sinergi Kemnaker dan HM Sampoerna Perkuat Hubungan Industrial Pancasila & Kompetensi Tenaga Kerja

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi Pilar Bangsa yang digelar di Surabaya pada 30 Juni 2026, menandai kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dan PT HM Sampoerna Tbk. Foto: Ist.

Sinergi Pilar Bangsa yang digelar di Surabaya pada 30 Juni 2026, menandai kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dan PT HM Sampoerna Tbk. Foto: Ist.

Surabaya-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT HM Sampoerna Tbk. untuk memperkuat penerapan Hubungan Industrial Pancasila sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk Sinergi Pilar Bangsa yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (30/6/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang melibatkan tiga unsur utama, yaitu pemerintah, dunia usaha, dan pekerja. Menurutnya, kerja sama seperti ini menjadi kunci penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, sekaligus mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Salah satu program nyata dari kerja sama ini adalah penyelenggaraan pelatihan peningkatan keterampilan atau upskilling dan reskilling. Program ini secara khusus ditujukan bagi pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun para pencari kerja agar tetap memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

BACA JUGA:  Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

“Pelatihan ini menjadi modal utama agar tenaga kerja tetap relevan dan mampu membuka peluang baru, baik untuk bekerja kembali maupun memulai usaha sendiri,” tegas Menaker Yassierli dalam sambutannya yang disampaikan secara daring pada acara tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan keahlian harus berjalan beriringan dengan penguatan hubungan industrial. Untuk itu, Kemnaker telah menyusun kerangka lima tingkat kematangan hubungan industrial, mulai dari tingkat terfragmentasi, patuh, harmonis, proaktif, hingga mencapai tingkat tertinggi yaitu transformatif.

Pada level transformatif, hubungan antara perusahaan dan pekerja tidak hanya sekadar memenuhi aturan, melainkan sudah berkolaborasi secara aktif menciptakan ekosistem usaha yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun industri.

Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Rianto Probo Hartono, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Pada tahap awal, perusahaan mendukung pelatihan bagi 150 peserta yang terdiri dari pekerja terdampak PHK dan pencari kerja, sebagai kelanjutan kerja sama yang sudah dimulai sejak tahun 2025.

BACA JUGA:  Mantan Sopir Bakar Mobil Mewah Kades Purwasaba, Polisi: Sudah Rencanakan Dua Hari Sebelum, Bukan Bom Molotov

Ke depannya, pihaknya menargetkan untuk memperluas cakupan program hingga menjangkau 1.130 peserta. Harapannya, semakin banyak tenaga kerja yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kualifikasi diri sehingga dapat berkontribusi lebih baik bagi perekonomian nasional.

Acara ini ditandai dengan rangkaian simbolis, seperti pengalungan atribut kepada peserta, penyerahan buku panduan penerapan Hubungan Industrial Pancasila, serta pemukulan gong secara bersama-sama oleh perwakilan DPR RI, pejabat Kemnaker, dan manajemen perusahaan.

Selain pelatihan, kegiatan juga menghadirkan sesi diskusi bertema Internalisasi Nilai Pancasila dalam Membangun Hubungan Kerja yang Harmonis. Narasumber yang hadir meliputi unsur pemerintah, lembaga ideologi, perguruan tinggi, perusahaan, serta serikat pekerja untuk membangun persepsi dan langkah yang selaras menuju Indonesia Emas 2045. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Ivan

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka
BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB