Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pilkada Tetap Dilakukan Secara Langsung oleh Rakyat

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang pengucapan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 195/PUU-XXIV/2026 di ruang sidang Gedung MK, Jakarta, Senin (29/06/2026). Foto: Ist.

Sidang pengucapan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 195/PUU-XXIV/2026 di ruang sidang Gedung MK, Jakarta, Senin (29/06/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah atau pilkada akan tetap dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Keputusan ini disampaikan dalam sidang pengucapan putusan Nomor 195/PUU-XXIV/2026 yang digelar di Gedung MK, Jakarta, pada hari Senin 29/06/2026). Ketua MK Suhartoyo menjelaskan bahwa kebijakan ini berpedoman pada asas umum penyelenggaraan pemilu, sekaligus tetap menghormati keberadaan daerah-daerah yang memiliki status khusus atau istimewa.

Dengan putusan tersebut, MK menyatakan permohonan pengujian materiil yang diajukan terhadap Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dinyatakan tidak dapat diterima. Keputusan ini menjadi jawaban hukum atas keraguan yang muncul terkait ketentuan pelaksanaan pemimpinan daerah selama ini.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim MK menilai para pemohon tidak mampu membuktikan adanya kerugian hak konstitusional yang bersifat nyata maupun berpotensi timbul dalam batas penalaran yang wajar. Hal ini menjadi alasan utama mengapa permohonan tersebut tidak dapat diproses lebih lanjut.

MK juga merujuk pada sejumlah putusan sebelumnya sebagai landasan pertimbangan, antara lain Putusan Nomor 072/PUU-II/2024, Putusan Nomor 073/PUU-II/2004, Putusan Nomor 69/PUU-XXII/2024, serta Putusan Nomor 110/PUU-XXII/2025. Rujukan ini memperkuat konsistensi pandangan MK terhadap sistem pemilihan kepala daerah.

BACA JUGA:  Kortastipidkor Polri Ungkap Dua Oknum Polisi di Sumut Terlibat Pemerasan

Permohonan pengujian undang-undang ini diajukan oleh empat orang mahasiswa, yaitu Vendy Setiawan, Lala Komalawati, Susi Lestari, dan Afifah Nabila Putri. Mereka mengajukan gugatan untuk menguji frasa “secara langsung dan demokratis” yang tercantum dalam peraturan tersebut.

Ketentuan yang diuji berbunyi bahwa pilkada adalah wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat di tingkat daerah untuk memilih pemimpinnya secara langsung dan demokratis. Para pemohon menilai rumusan kalimat tersebut berpotensi menimbulkan penafsiran ganda.

Latar belakang pengajuan gugatan ini adalah maraknya wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah dalam beberapa tahun terakhir. Ada usulan yang menginginkan mekanisme pemilihan dialihkan dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Para mahasiswa penggugat menilai jika perubahan itu terjadi, maka prinsip kedaulatan rakyat yang menjadi dasar negara dapat tergeser. Mereka khawatir rakyat kehilangan haknya untuk secara langsung menentukan pemimpin di daerah tempat tinggalnya.

BACA JUGA:  Prabowo Protes Istilah "Uang Lelah" : Tentara Tidak Boleh Lelah

Menurut pandangan pemohon, rumusan norma yang dianggap kabur itu bisa dimanfaatkan untuk mengubah sistem demokrasi lokal tanpa melalui proses amandemen konstitusi. Hal ini dinilai berisiko mengurangi peran serta masyarakat dalam proses politik daerah.

Oleh karena itu, mereka mengajukan permohonan ini agar MK memberikan penegasan hukum yang tegas dan jelas. Tujuannya agar prinsip kedaulatan rakyat tetap terjaga dan tidak mudah diubah melalui tafsir yang berbeda-beda.

Mereka juga menegaskan bahwa sistem pemilihan langsung merupakan hasil dari perjuangan reformasi. Sistem ini hadir sebagai koreksi dari praktik lama di mana pemilihan kepala daerah hanya dilakukan oleh DPRD, yang dinilai menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan politik.

Putusan MK ini menjadi kepastian hukum yang menenangkan masyarakat. Dengan adanya kepastian ini, pelaksanaan demokrasi di tingkat daerah dapat berjalan dengan stabil, transparan, dan tetap sesuai dengan semangat kedaulatan rakyat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Maruli Siahaan: Aspirasi Warga Marindal Berujung BPJS Gratis
KPK Jawab Tantangan Yaqut: Kerugian Negara Rp622 Miliar Sudah Terbukti Lengkap
Mantan Kakanwil DJP Jakarta Khusus Haniv Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Termasuk Sponsor Bisnis Anak
MA Terbitkan SEMA 4/2026: Putusan Bebas Tak Bisa Diajukan Banding Maupun Kasasi
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Konsolidasi, Maruli Siahaan Ikuti Arahan Ketum Golkar
Begal Bersenjata Api Tembak Pelajar SMA di Lampung Utara, Motor Dibawa Kabur
Praperadilan Jilid IV Roy Suryo: Polda Metro Hanya Serahkan Bukti, Refly Harun Klaim Kemenangan
Kasus Pandji Pragiwaksono soal Adat Toraja Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Bareskrim: Sudah Ada Sanksi Adat
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Reses Maruli Siahaan: Aspirasi Warga Marindal Berujung BPJS Gratis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:44 WIB

KPK Jawab Tantangan Yaqut: Kerugian Negara Rp622 Miliar Sudah Terbukti Lengkap

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Mantan Kakanwil DJP Jakarta Khusus Haniv Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Termasuk Sponsor Bisnis Anak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:14 WIB

MA Terbitkan SEMA 4/2026: Putusan Bebas Tak Bisa Diajukan Banding Maupun Kasasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:03 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum Konsolidasi, Maruli Siahaan Ikuti Arahan Ketum Golkar

Berita Terbaru

KPK Klarifikasi Kegiatan di OTT di  Bogor. (Foto:Ist)

Jakarta

KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 21:27 WIB

Bupati Samosir Bersama Kapolda Sumut Tanam Bawang Putih Serentak

Kabupaten Samosir

Bupati Samosir Bersama Kapolda Sumut Tanam Bawang Putih Serentak

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:40 WIB

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG.(Foto:Ist)

Jakarta

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG

Kamis, 20 Agu 2026 - 16:07 WIB