Medan-Mediadelegasi: Maraknya tindak kriminal beberapa pekan belakangan ini di Kota Medan, tampak menjadi perhatian serius organisasi Gerakan Terdepan Kemanan Ketertiban Masyarakat (Garda Kamtibmas) Indonesia.
Bahkan untuk peran sertanya, organisasi yang getol menyikapi keamanan dan ketertiban itupun melakukan rapat konsolidasi, untuk penguatan kinerja dalam turut sertanya menciptakan keamanan dan ketrtiban, khususnya di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara itu.
Rapat konsolidasi tersebut diinisiasi langsung oleh Panglima Garda Kamtibmas Pusat Drs. Ardiansyah Tanjung dengan mengundung pengurus di tingkat Kota Medan, yang digelar di café O Monde jln Abdullah Lubis, Kota Medan, Sabtu (7/11/2002), sekira pukul 19.00 WIB.
Hadir dalam kegiatan itu, selain Panglima Garda Kamtibmas Pusat, Ardiansyah Tanjung, dan seluruh fungsionaris dan Ketua Garda Kamtibmas Indonesia Kota Medan, Yarman Gulo, juga hadir Ketua Dewan Penasehat, Kombes Pol Purn Dr. Maruli Siahaan SH MH.
Dalam rapat konsolidasi tersebut, sesi pertama adalah penyampaian laporan Ketua Garda Kamtibmas, yang menyampaikan data-data tindak kriminal di Kota Medan, di antaranya soal penembakan oknum Polisi di Sunggal.
Kemudian, Yarman Gulo juga menyinggung soal menurunnya semangat Siskamling di Kota Medan, sehingga kejahatan atau tindak kriminal dapat diminimalisir. “Oleh karena itu, dibeberapa titik, beberapa anggota Garda Kamtibmas telah mendirikan pos Siskamling secara swadaya,” ungkapnya.
Menanggapai itu, Panglima Garda Kamtibmas mengawali sambutannya memberikan apresiasi terhadap para anggota di tingkat Kota Medan. “pembangunan Pos Siskamling itu ide yang sangat bagus, dan memang itulah salahstu harapan kita,” jelasnya.
Kemudian Ardianysa juga menjelaskan, bahwa tugas menjaga kemananan dan ketertiban di masyarakat bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, TNI maupun Polri, tapi peran masyarakat harus menjadi garda terdepan terciptanya suasana kondusif, seperti yang diharapkan.
Selanjutnya, ARdiansya menerangkan, bahwa sesuai dengan program Kapolri terkait dengan pengamanan swakarsa akan banyak melibatkan potensi organisasi masyarakat yang konsen terhadap cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Oleh karena itu, fungsionaris Garda Kamtibamas harus siap membangun sinergitas dalam menciptakan kondisi yang tertib dan aman di tengah-tengah masyarakat. “Artinya masing-masing pengurus kabupaten/kota harus menjadi agen kamtibmas,” tandasnya.
Sedangkan Maruli Siahaan dalam sambutannya mengatakan, pembentukan Sistem Kemanan Lingkungan (Siskamling) merupakan bentuk rill swadaya masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban.
“Ini harus terus disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat, saya siap memfasilitasi untuk koordinasi tehadap institusi-institusi yang terkait, baik di tingkat Sumatera Utara hingga ke Kepala Lingkungan (Kepling,” tegasnya.
Apalagi soal keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan sudah terbilang harus mendapatkan perhatian serius bagi semua komponen masyarakat, apalagi tindak kriminal akhir-akhir ini sudah memprihatinkan.
“Jangankan tindak kejahatan terjadi kepada masyarakat, polisi saja pun sudah merasakan tindak kejahatan. Baru-baru ini polisi pun sudah berani ditembak,” cetusnya.
Terlebih lagi saat ini kita akan mengahadapi pilkada, jadi seluruh masyarakat, marilah peran sertanya untuk turut serta bersama-sama menciptakan kondisi aman dan tertib. “Saya siap megerahkan upaya dan tenaga untuk Garda Kamtibmas di Kota Medan ini,” tutupnya.






