Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, pada 1 Juni 2026. Upacara kenegaraan tersebut akan menjadi agenda utama dalam rangka memperingati lahirnya dasar negara Indonesia.
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyatakan seluruh mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia turut diundang dalam perayaan tersebut. Kehadiran para tokoh bangsa diharapkan menjadi simbol persatuan dan semangat gotong royong nasional.
Sekretaris Utama BPIP, Tonny Agung Arifianto, mengatakan undangan diberikan kepada seluruh Presiden dan Wakil Presiden terdahulu sebagai bentuk kolaborasi kebangsaan. Menurutnya, kepastian siapa saja tokoh yang hadir akan diumumkan menjelang pelaksanaan acara.
“Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama. Semua Presiden maupun Wakil Presiden tentunya kami undang,” ujar Tonny di kantor BPIP, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).
Tonny menjelaskan masyarakat sebenarnya diharapkan dapat ikut meramaikan upacara Hari Lahir Pancasila secara langsung. Namun, keterbatasan kapasitas lokasi membuat jumlah tamu undangan harus dibatasi.
BPIP mencatat sekitar 405 undangan telah disiapkan untuk menghadiri upacara tersebut. Para tamu terdiri dari pejabat tinggi negara, perwakilan kementerian dan lembaga, tokoh agama, hingga tokoh nasional lainnya.
Menurut Tonny, pelaksanaan upacara sebagai agenda kenegaraan juga harus mengikuti aturan protokoler negara. Karena itu, jumlah peserta yang dapat hadir langsung di Lapangan Gedung Pancasila sangat terbatas.
Meski demikian, BPIP tetap membuka ruang partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang akan digelar menjelang puncak peringatan Hari Lahir Pancasila. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu (31/5/2026).
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pasar murah, serta sejumlah kegiatan sosial lainnya. BPIP berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterlibatan publik dalam memperingati Hari Lahir Pancasila.
BPIP juga meminta maaf kepada masyarakat karena tidak semua warga bisa hadir langsung pada upacara puncak nasional. Sebagai gantinya, rangkaian acara akan disiarkan secara langsung melalui televisi nasional maupun kanal media sosial resmi.
Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum kebangkitan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam keseharian masyarakat.
Yudian juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial. Menurutnya, nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air harus terus disebarkan agar Pancasila tidak hanya menjadi simbol atau tulisan semata, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS







