Medan-Mediadelegasi : Kecelakaan tragis menimpa bus rombongan atlet karate asal Sumatera Utara di Exit Tol Padang-Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Minggu (7/9/2025) malam. Bus pariwisata milik PT Antar Lintas Sumatera (ALS) tersebut membawa 31 penumpang, seluruhnya pelajar yang tengah menuju Kota Padang untuk mengikuti kejuaraan karate.
Dua korban jiwa dalam kecelakaan tersebut adalah Muhammad Dhijey Lexie (17) dan Fahri Akbar Faris Asseweth (11). Fahri adalah atlet Karate Shindoka Sumut yang telah mengikuti lima kali turnamen dan meraih tiga kali juara.
Suasana duka menyelimuti kediaman Fahri Akbar di Jalan Taut, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Senin (8/9/2025). Ayah Fahri, Faris Fauzy, masih terpukul atas kepergian anaknya. “Harapan saya ke depan, sopir bus itu bisa lebih baik lagi dalam berkendara karena yang dibawa kan nyawa orang,” ujar Faris.
Fahri berangkat ke Kota Padang pada Rabu (3/9/2025) untuk mengikuti kejuaraan nasional mewakili provinsi bersama abangnya, Fathir (13). Ibu Fahri menyusul ke Kota Padang untuk menonton pertandingan dan pulang bersama rombongan Fahri menggunakan bus ALS pada Minggu malam.
Pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, istri Faris meneleponnya dengan nomor ponsel yang berbeda untuk memberi tahu bahwa Fahri meninggal dunia karena bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan tunggal. Faris terkejut dan tidak langsung percaya kabar buruk itu.
Jenazah Fahri telah dibawa ke RSU Pariaman dan kini dalam perjalanan menuju Kota Medan menggunakan ambulans. Kemungkinan jenazah tiba di Kota Medan besok pagi. Fathir, abang Fahri, mengalami patah tangan dalam kecelakaan tersebut, sementara ibunya terluka di bagian belakang kepala.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Padang Pariaman, Iptu Ruci Chandra, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi yang merupakan penumpang bus. Polisi kini memburu sopir bus yang melarikan diri setelah kecelakaan.
Penyebab kecelakaan diduga karena sopir mengantuk atau tidak menguasai medan jalan. “Dari informasi penumpang, sopir beberapa kali menanyakan arah jalan selama perjalanan. Ada kemungkinan ia kelelahan atau tidak paham jalur tol,” jelas Ruci.
Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan berharap sopir segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Sopirnya melarikan diri usai kejadian. Kami sedang menyelidikinya,” kata Ruci.
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar atlet karate Sumut yang tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang kejuaraan. Aparat kepolisian memastikan penyelidikan terus berjalan, terutama untuk menemukan sopir bus yang bertanggung jawab dalam kecelakaan ini.
Rombongan atlet Shindoka Sumut ini baru saja mengikuti Kejuaraan Road to National & Internasional Shukaido Karate Open Series 1 Tahun 2025 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang pada 5-7 September.
Seluruh korban, baik yang mengalami luka maupun meninggal dunia, telah dievakuasi ke Medan, Sumatera Utara. Tidak ada lagi korban yang dirawat di rumah sakit di Sumbar.D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






