Babak Baru Kasus Munir? Muchdi Pr Diperiksa Komnas HAM, Misteri Pembunuhan Aktivis HAM Kembali Mencuat

Sabtu, 22 November 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muchdi Pr, mantan Kepala Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Diperiksa Komnas HAM Terkait Kasus Munir. Foto: Ist.

Muchdi Pr, mantan Kepala Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Diperiksa Komnas HAM Terkait Kasus Munir. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, yang telah lama menjadi duri dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia, kembali memasuki babak baru. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) secara resmi memeriksa Mayor Jenderal Purnawirawan Muchdi Purwoprandjono atau yang lebih dikenal dengan Muchdi Pr, mantan Kepala Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN), pada Jumat (21/11/2025).

Kabar pemeriksaan Muchdi Pr ini dibenarkan langsung oleh Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah. “Benar,” kata Anis singkat saat dikonfirmasi oleh media.

Pemeriksaan terhadap Muchdi Pr ini diduga kuat berkaitan dengan penyelidikan kasus kematian Munir Said Thalib, yang hingga kini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

“Penyelidikan Kasus Munir oleh Komnas HAM untuk pro yustidia tahap pembahasan sudah dimulai sejak Oktober 2022,” ujar Anis.

Namun, saat dicecar lebih jauh mengenai detail pemeriksaan terhadap Muchdi Pr, Anis belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut. Hal ini semakin menambah spekulasi dan rasa penasaran publik mengenai peran Muchdi Pr dalam kasus ini.

Komnas HAM Buka Kembali Penyelidikan Kasus Munir: Tim Khusus Dibentuk

Sebagai informasi, Komnas HAM telah membuka kembali penyelidikan terkait kasus pembunuhan aktivis Munir. Sebuah tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki dugaan adanya pelanggaran HAM berat atas tewasnya Munir.

BACA JUGA:  Tragedi di Tol ABC Semarang, Kecelakaan Beruntun Tewaskan 2 Orang, Lalu Lintas Macet Parah

Penyelidikan ini dilakukan secara proyustisia berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini menunjukkan keseriusan Komnas HAM dalam mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan dalam kasus ini.

Sebelumnya, 18 Saksi Telah Diperiksa

Sebelum memeriksa Muchdi Pr, Komnas HAM telah memeriksa 18 orang saksi pada September 2025 lalu. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyelidikan telah berjalan cukup lama dan melibatkan banyak pihak terkait.

Komnas HAM melalui Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat Peristiwa Pembunuhan Munir Said Thalib mengungkapkan hasil perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan aktivis HAM tersebut.

“Tim telah melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, yaitu mengumpulkan bukti dokumen dari sejumlah lembaga dan instansi terkait,” kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/9/2025).

Tim juga telah memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi yang berwenang untuk kepentingan penyelidikan.

“Hingga saat ini terdapat 18 orang saksi yang telah diperiksa,” ujarnya.

Menelusuri Bukti dan Memeriksa Saksi: Jalan Panjang Menuju Kebenaran

Tim penyelidik juga telah melakukan review terhadap berita acara pemeriksaan (BAP) saksi dalam rangka menyusun kerangka temuan dan petunjuk lainnya.

BACA JUGA:  Spekulasi Kenaikan BBM: Pemerintah Pastikan Harga Tetap

Selain itu, tim juga rutin melakukan rapat koordinasi dengan para pihak dan melakukan rapat rutin untuk membahas perkembangan penyelidikan. Adapun hasil perkembangan penyelidikan tersebut, kata Anis, telah disusun ke dalam laporan.

Sebagai tindak lanjut ke depan, tim penyelidik masih akan melakukan tahapan penyelidikan, yaitu menelusuri bukti dokumen lainnya yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan Munir dan serangan terhadap human rights defender (HRD) atau pembela HAM.

Selanjutnya, melaksanakan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi yang terdiri dari klasterisasi.

“Saat ini, tim penyelidik masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dalam proses menghadirkan para saksi untuk dimintai keterangannya,” kata Anis.

Berikutnya, melaksanakan koordinasi lanjutan dengan sejumlah instansi berwenang dalam rangka percepatan proses penyelidikan.

“Koordinasi bersama penyidik Kejaksaan Agung,” imbuhnya.

Terakhir, tim penyelidik akan merampungkan laporan hasil penyelidikan.

Pemeriksaan Muchdi Pr oleh Komnas HAM ini menjadi angin segar bagi harapan terungkapnya kebenaran dalam kasus Munir. Namun, perjalanan menuju keadilan masih panjang dan penuh tantangan. Masyarakat berharap agar Komnas HAM dapat bekerja secara independen dan profesional untuk mengungkap seluruh fakta yang ada, tanpa terpengaruh oleh tekanan dari pihak manapun. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi
OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan
Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor
Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat
KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi
Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat
Koper Berisi Rp106 Miliar di Rumah Arif Sugiyanto Diduga Milik Menteri Nusron Wahid
Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:44 WIB

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:26 WIB

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 September 2026 - 14:34 WIB

Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor

Rabu, 16 September 2026 - 12:07 WIB

Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat

Rabu, 16 September 2026 - 10:38 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB