Bank Indonesia Luncurkan Payment ID, Revolusi Sistem Transaksi Keuangan Indonesia

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia Luncurkan Payment ID, Revolusi Sistem Transaksi Keuangan Indonesia. (Foto : Ist.)

Bank Indonesia Luncurkan Payment ID, Revolusi Sistem Transaksi Keuangan Indonesia. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Bank Indonesia (BI) bersiap meluncurkan Payment ID, sebuah sistem identitas transaksi unik yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tepat pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025. Sistem ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan infrastruktur data BI Payment Info, yang merupakan bagian integral dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

Payment ID akan merevolusi cara masyarakat Indonesia bertransaksi, mengintegrasikan seluruh aktivitas keuangan dalam satu sistem yang komprehensif. Mulai dari penerimaan gaji, transaksi belanja harian, hingga pengelolaan investasi dan pinjaman, semua akan tercatat dan terhubung langsung dengan NIK masing-masing individu. Data yang tercakup meliputi penggunaan rekening bank, kartu kredit, dompet digital (e-wallet), investasi, dan bahkan pinjaman online (pinjol).

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, menjelaskan bahwa Payment ID saat ini masih dalam tahap uji coba dan akan mulai diimplementasikan pada tanggal 17 Agustus. “Saat ini Payment ID masih dalam tahap uji coba/eksperimentasi untuk dapat digunakan pada satu use case tertentu saja, yang akan dimulai prosesnya di 17 Agustus,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BSPI 2030 telah menetapkan tiga fungsi utama Payment ID. Pertama, sebagai identitas kunci untuk membangun profil pengguna dalam sistem pembayaran. Kedua, sebagai alat autentikasi utama dalam memproses setiap transaksi. Ketiga, sebagai kode unik yang menghubungkan data profil individu dengan detail transaksi secara granular. Tujuan utama dari implementasi Payment ID adalah membangun sistem data publik yang handal, menjaga integritas transaksi, dan menjadi dasar perumusan kebijakan nasional yang lebih efektif.

BACA JUGA:  Bank Indonesia (BI) Memberikan Sinyal Kuat untuk Memangkas Suku Bunga Acuan

Salah satu aplikasi penting Payment ID adalah dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Dudi Dermawan, menjelaskan bahwa sistem ini akan membantu pemerintah dalam memantau kelayakan penerima bansos. “Kami sudah mencoba eksperimen dari penerimaan bansos. Penerimaan bansos itu efektifnya apa? Terima uang Rp600 (ribu), keluar Rp600 (ribu),” kata Dudi.

Hasil uji coba menunjukkan adanya temuan menarik. “Ternyata apa, begitu kita tarik (data pakai Payment ID), kita baru ngambil 10 data, ada satu data punya empat rekening. Satu rekening mutasinya sekitar Rp2,5 juta atau kalau empat rekening berarti Rp10 juta,” tambahnya.

Data yang dihasilkan oleh Payment ID akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi keuangan penerima bansos, memungkinkan pemerintah untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian penyaluran bansos agar lebih tepat sasaran. Namun, BI menegaskan bahwa mereka tidak melakukan asesmen kelayakan penerima bansos.

“Nah, kami di Bank Indonesia tidak melakukan asesmen, tapi kami menyampaikan fakta bahwa si A ini punya empat rekening dan mutasinya adalah sebesar Rp10 juta. Kalau dia sebagai penerima bansos, itu adalah kewenangan dari pemerintah,” tegas Dudi.

BACA JUGA:  KPK Dalami Dugaan Penyelewengan Dana CSR Bank Indonesia

Implementasi Payment ID diharapkan akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem keuangan Indonesia. Sistem ini juga berpotensi untuk mengurangi praktik penyalahgunaan dana dan meningkatkan efisiensi dalam penyaluran bansos.

Namun, implementasi Payment ID juga menimbulkan beberapa pertanyaan terkait privasi data. BI perlu memastikan keamanan dan kerahasiaan data pribadi masyarakat terlindungi dengan baik. Mekanisme perlindungan data yang kuat dan transparan sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.

BI juga perlu melakukan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat agar memahami fungsi dan manfaat Payment ID. Penting untuk memastikan masyarakat memahami hak dan kewajibannya terkait penggunaan data pribadi dalam sistem ini.

Keberhasilan implementasi Payment ID sangat bergantung pada kerjasama antara BI, pemerintah, dan lembaga terkait lainnya. Koordinasi yang baik dan strategi komunikasi yang efektif sangat penting untuk memastikan kelancaran proses transisi dan penerimaan masyarakat terhadap sistem baru ini.

Dengan segala potensi dan tantangannya, Payment ID menandai babak baru dalam sejarah sistem keuangan Indonesia, menuju era yang lebih transparan, efisien, dan inklusif. Keberhasilannya akan berdampak signifikan pada pengelolaan keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru