Medan-Mediadelegasi: Sumatera Utara kini memiliki bendungan megah yang resmi dibuka pada 16 Oktober 2024 lalu.
Bendungan Lau Simeme, yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, menelan biaya APBN sebesar Rp1,76 triliun.
Meski menghabiskan biaya yang fantastis, kehadiran bendungan megah ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satunya adalah memberikan suplai air baku hingga 2.850 liter/detik di Kota Medan, yang dikenal sebagai Kota Melayu Deli dengan UMK Rp4 juta.
Bendungan Lau Simeme terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kehadirannya dapat menyediakan air baku di Kabupaten Deli Serdang dan juga Kota Medan.
Kota Medan dijuluki Kota Melayu Deli karena menjadi pusat kebudayaan Melayu di wilayah Deli.
Di Kota Medan juga terdapat banyak sekali bangunan bersejarah Melayu, salah satunya adalah Istana Maimun.
Dari segi UMK, Kota Medan menetapkan besaran Rp4.014.072 atau Rp4 juta pada tahun 2025 ini.
Bendungan Lau Simeme dibangun dengan kapasitas tampung hingga 21 juta meter kubik.
Luas genangan dari bendungan ini sebesar 125 Ha, yang memiliki berbagai manfaat.
Bendungan ini mampu mereduksi banjir hingga 40 persen di wilayah Kota Medan, menghasilkan sumber daya PLTA sebesar 1 MW.
Manfaat lainnya juga bisa untuk sumber irigasi bagi wilayah sekitar serta menjadi tempat pariwisata baru.
Proses pembangunan Bendungan Lau Simeme dilaksanakan selama 6 tahun, yaitu dari 2018 hingga 2024.
Bendungan ini menjadi bendungan ke-47 yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo selama 10 tahun masa jabatannya.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi berharap kehadiran Bendungan Lau Simeme ini bisa memberi manfaat besar untuk Provinsi Sumatera Utara.
Dengan adanya Bendungan Lau Simeme, diharapkan masalah ketersediaan air baku di Kota Medan dan sekitarnya dapat teratasi.
Selain itu, bendungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi di wilayah tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












