Bertanam Melon Menopang Perekonomian

Jumat, 17 Juli 2020 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syaiful Azmi bersama melon hasil panennya, di Dusun Kandis, Desa Rantaupanjang, Kecamatan Pantailabu. Foto:D|Red

Syaiful Azmi bersama melon hasil panennya, di Dusun Kandis, Desa Rantaupanjang, Kecamatan Pantailabu. Foto:D|Red

Deliserdang-Mediadelegasi: Rantaupanjang, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara bukan saja kawasan pemukiman warga yang berpenghasilan sebagai nelayan. Bagi Syaiful Azmi lebih fokus untuk bertanam melon.

Perkampungan padat penduduk di bibir pantai Selat Malaka itu juga menjadikan pertanian sebagai sumber penghidupan keluarga.

Kawasan Timur Laut Bandara Kualanamo Internasional itu memiliki penghasilan ganda. “Kalau tak pergi melaut, sebagian warga mengisi waktu untuk berladang,” kata Saiful Azmi, mantan Sekretaris Desa Rantaupanjang ini kepada Mediadelegasi, Kamis (17/7).

Saiful Azmi berbeda dengan sebagaian besar warga Rantaupanjang. Dia memang tidak pernah diajari mendiang ayahnya untuk mencari makan ke laut. “Setelah tak aktif lagi mengurusi administrasi Kantor Desa, saya berladang,” katanya sambil memposisikan buah melon di kebunnya.

Kiri-kanan Jalan Lintas Dusun Kandis Desa Rantaupanjang menuju Pantailabu merupakan areal pertanian desa itu. Di antara hamparan persawah tadah hujan ratusan hektar itu, Syaiful Azmi memanfaatkan lahan sesuai dengan potensinya.

“Yang daratan saya manfaatkan untuk bertanam mentimun, cabai dan melon. Sedangkan permukaan lembah saya petak untuk ditanami padi sawah,” ujar Syaiful.

BACA JUGA:  Polresta Deli Serdang Tetapkan 4 DPO Pelaku Komplotan Geng Motor

Melon Buah Super

Menurut Syaiful, bertanam melon jauh lebih untung ketimbang mentimun. Pasalnya, urai Syaiful, melon bibitnya saja sangat mahal. Rp230 ribu perbungkus, bibit untuk lahan setengah rante dengan pola tanam merambat di tanah, dan satu rante untuk tanaman melon menggunakan jalaran vertikal.

Cerita Syaiful, jika buah si hijau dan si kuning ini hendak dijual eceran dia akan menanamnya secara merambat. Hasil dengan pola tanam membiarkan merambat buahnya tidak besar, paling besar seberat 1 Kg. Sedangkan dengan pola tanam dengan jalaran vertikal perbuah bisa mencapai 2kg lebih.

“Pembeli dengan cara borongan partai besar lebih menginginkan buah besar berstandar super. Kami tolak dengan harga Rp7 ribu hingga Rp8 ribu perKg,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, umur melon sejak tanam hingga panen hanya 70 hari. “Yang merambat di tanah, buahnya paling banyak lima dan yang super hanya satu. Yang dibuat jalaran vertikal, buahnya memang hanya empat tapi super semua. Ini lebih untung,” ujarnya.

BACA JUGA:  Viral Warga Deli Serdang Gelar Aksi "Mancing Ikan" di Jalan Rusak

Namun menurut Syaiful, perawatan tanaman melon harus ekstra pengamatan dan memerlukan modal besar. Mulai dari pembelian bibit, penyemprotan hama hingga pemupukan. “Hama yang paling mengerikan itu bukan cuma ulat, tapi maling yang nekad memanen pada malam hari,” katanya seraya mengatakan, pada jelang panen, dia harus menginap di gubuk ladangnya menjaga kebunnya.

Selain melon, Syaiful juga menanam mentimun. Tanaman ini juga katanya cukup membantu perekonomian keluarga. Mentimun bisa dia jual borong seharga Rp3 ribu perKg, dengan periode panen setiap dua hari.

Belakangan kata Syaiful, permintaan pasar terhadap ketersediaan melon dan mentimun cukup besar. “Mungkin karena isu, melon dapat menjadi sumber vitamin yang dapat memelihara imun tubuh dari serangan Covid-19,” katanya.

Namun begitu, dia tidak begitu berambisi untuk memperluas areal tanam. “Ya… prospek memang, tapi kemampuan saya juga terbatas. Lebih baik semampunya saja dengan hasil panen sesuai harapan, daripada areal diperluas, akhirnya tanaman tak terurus secara baik,” ujarnya. D|Red-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Rumah Tuhan, Maruli Siahaan Salurkan Bantuan 100 Sak Semen
Dahnil Anzar Simanjuntak Hadiri Pelantikan DPD MPI Deli Serdang
Kafilah Labura Siap Bertarung di MTQ Sumut 2026. Bupati: Prestasi Gemilang Hingga Nasional harus dicapai
​PLN Pancur Batu “Obral” Pemadaman, Ekonomi Warga Lumpuh Sepekan
​Krisis Listrik Lima Hari Berturut-turut di Pancur Batu, Aktivitas Warga dan Pelaku Usaha Lumpuh
​Krisis Listrik di Deli Serdang: Warga Pancur Batu Keluhkan Pemadaman Berulang, Kerugian Usaha Capai Jutaan Rupiah ​
Garuda Muda Awali Piala AFF U-19 dengan Pesta Tiga Gol ke Gawang Myanmar
Bobby Nasution: Pancasila Solusi Nyata untuk Tantangan Global Masa Kini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:02 WIB

Demi Rumah Tuhan, Maruli Siahaan Salurkan Bantuan 100 Sak Semen

Senin, 22 Juni 2026 - 16:41 WIB

Dahnil Anzar Simanjuntak Hadiri Pelantikan DPD MPI Deli Serdang

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:12 WIB

Kafilah Labura Siap Bertarung di MTQ Sumut 2026. Bupati: Prestasi Gemilang Hingga Nasional harus dicapai

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:07 WIB

​PLN Pancur Batu “Obral” Pemadaman, Ekonomi Warga Lumpuh Sepekan

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:22 WIB

​Krisis Listrik Lima Hari Berturut-turut di Pancur Batu, Aktivitas Warga dan Pelaku Usaha Lumpuh

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB