BI Laporkan Cadangan Devisa Indonesia Turun, Ini Penyebabnya

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso. (Foto : Ist.)

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2025 mengalami penurunan sebesar 600 juta dolar AS menjadi 152,0 miliar dolar AS. Sebelumnya, cadangan devisa RI sebesar 152,6 miliar dolar AS pada Juni 2025.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, penurunan cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi juga menjadi faktor penyebab penurunan.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” kata Ramdan dalam keterangan resmi, Kamis (7/8/2025).

Meskipun mengalami penurunan, posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 masih setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen: Langkah Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, Bank Indonesia memandang posisi cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga.

Neraca transaksi modal dan finansial yang diperkirakan tetap mencatatkan surplus juga menjadi faktor pendukung ketahanan eksternal. Selain itu, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik juga mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal.

BI memandang bahwa posisi cadangan devisa saat ini memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Dengan demikian, BI optimis bahwa perekonomian Indonesia dapat terus tumbuh stabil dan kuat.

BACA JUGA:  Viral Nenek Ditolak Pembayaran Tunai Di Roti O, BI: Rupiah Wajib Diterima!

Penurunan cadangan dalam devisa tidak diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. BI akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan memantau perkembangan ekonomi global dan domestik. BI juga akan terus melakukan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Dengan posisi cadangan devisa yang memadai dan prospek perekonomian nasional yang positif, Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh stabil dan kuat. BI akan terus memantau perkembangan ekonomi dan melakukan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru