BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dengan Intervensi Pasar

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia siap jaga  rupiah tetap stabil (Foto: Ist)

Bank Indonesia siap jaga rupiah tetap stabil (Foto: Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Bank Indonesia (BI) akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas rupiah. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa BI memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik.

Erwin menjelaskan bahwa BI terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. BI juga menjaga kecukupan likuiditas rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan melalui transaksi repo, transaksi FX swap, dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending/financing facility.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.06 WIB rupiah berada pada level Rp 16.474 per dollar AS, menguat 25,5 poin atau 0,15 persen dibanding penutupan sebelumnya Rp 16.499,5 per dollar AS.

BACA JUGA:  BI Laporkan Cadangan Devisa Indonesia Turun, Ini Penyebabnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih berpotensi melemah karena kekhawatiran investor seputar demo di Indonesia. Namun, dollar AS yang juga melemah pasca-rilis data Personal Consumer Expenditures (PCE) bisa membatasi pelemahan.

Lukman memperkirakan range pergerakan rupiah hari ini berada di rentang Rp 16.400 sampai Rp 16.550. Pada pukul 11.07 WIB, kurs rupiah berada di level Rp 16.469 per dollar AS.

Langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan BI bertujuan untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor. Dengan demikian, BI berharap dapat meminimalkan dampak negatif dari gejolak ekonomi global dan domestik.

BACA JUGA:  62 Kolonel Naik Pangkat Jadi Jenderal Bintang Satu TNI, Ini Daftar Namanya

BI juga terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik untuk memastikan bahwa kebijakan moneter yang diambil tepat sasaran dan efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Dalam beberapa bulan terakhir, BI telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan penyesuaian suku bunga. Hasilnya, nilai tukar rupiah tetap stabil dengan kecenderungan menguat, didukung oleh kebijakan stabilisasi BI dan aliran masuk modal asing . D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru