Blokade Maritim Iran Picu Ketegangan Baru AS

Blokade Maritim Iran
Aktivitas di Selat Hormuz. Foto: Ist.

Centcom menjelaskan bahwa penerapan blokade akan berlaku secara menyeluruh terhadap kapal dari berbagai negara yang keluar maupun masuk ke pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Namun, kapal yang melakukan pelayaran antara pelabuhan non-Iran masih diizinkan melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini dianggap lebih longgar dibanding ancaman sebelumnya untuk menutup seluruh jalur pelayaran di selat tersebut.

Blokade ini diumumkan setelah perundingan panjang antara AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan berakhir tanpa hasil. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut pembicaraan menemui jalan buntu karena Iran menolak tuntutan untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, pihak Iran meminta kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan militer AS dan Israel serta menuntut pencairan aset negara yang selama ini dibekukan oleh negara Barat.

Langkah blokade tersebut langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah melonjak tajam, dengan minyak mentah AS naik sekitar 8 persen hingga mencapai 104,24 dolar AS per barel, sementara minyak Brent meningkat sekitar 7 persen menjadi 102,29 dolar AS per barel. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz dinilai menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait