Medan-Mediadelegasi: BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia hingga awal tahun baru 2026. Aktifnya Monsun Asia menjadi pemicu utama meningkatnya suplai massa udara basah yang diprediksi akan berdampak pada mobilitas tinggi masyarakat di akhir tahun.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Selatan. Peningkatan curah hujan ini diperkirakan terjadi mulai akhir Desember hingga awal Januari 2026.
Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.
Sementara itu, kondisi cuaca di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diprediksi relatif kondusif setelah terdampak bencana hidrometeorologi. BMKG bersama BNPB terus mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di ketiga provinsi tersebut.
OMC terbukti efektif menurunkan intensitas curah hujan sebesar 23,35% di Aceh, 15,48% di Sumut, dan 20,23% di Sumbar. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada dalam menghadapi dinamika cuaca.
Masyarakat perlu memperhatikan potensi hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu banjir dan longsor, terutama di wilayah perbukitan dan pesisir. Perencanaan perjalanan darat, laut, dan udara juga perlu dilakukan dengan hati-hati.
BMKG merekomendasikan masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap waspada dan siap menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang terkait cuaca. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.







