Medan-Mediadelegasi : Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Bebas dari Bahan Pangan Berformalin yang berlangsung di Aula Kantor BPOM Kota Medan, Jalan William Iskandar, Medan Estate pada Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur terkait, antara lain Mojaza Sirait, S.Si., Apt. selaku Kepala BPOM di Medan, Pandapotan Turnip, S.T., M.T., Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Pertama, serta Timbul Sinaga, Anggota Komisi E DPRD Kota Medan.
Turut hadir pula perwakilan dari Satpol PP Kota Medan, Dinas Pasar, LSM, serta sejumlah instansi dan lembaga masyarakat yang berperan dalam pengawasan dan peredaran pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Kepala BPOM di Medan, Mojaza Sirait, menegaskan bahwa pengawasan terhadap peredaran pangan berformalin terus menjadi fokus utama pihaknya.
BPOM Medan secara berkelanjutan melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya. Namun, pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi seperti ini jauh lebih efektif untuk membangun kesadaran bersama, ujar Mojaza.

Sementara itu, Pandapotan Turnip menekankan pentingnya peran dunia industri dan pelaku usaha dalam memastikan keamanan bahan pangan yang diproduksi dan diperdagangkan.
Kepatuhan terhadap standar keamanan pangan harus dimulai dari produsen. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan rantai pasok pangan yang aman, ungkapnya.
Timbul Sinaga, Anggota Komisi E DPRD Medan, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah BPOM dalam menjaga keamanan pangan.

DPRD siap mendukung langkah-langkah strategis BPOM dalam memperketat pengawasan dan memberikan perlindungan bagi konsumen melalui penguatan regulasi daerah, ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPOM Medan berharap terbangun sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pangan yang bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu memilih dan mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bermutu. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












