‘Carli’ Usaha Alternatif Warga Labusel di Musim Covid

- Penulis

Jumat, 4 September 2020 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lidi kelapa sawit ini dikumpul dan dijemput penampung dari rumah ke rumah warga. Foto:D|labusel|baharudin siregar

Lidi kelapa sawit ini dikumpul dan dijemput penampung dari rumah ke rumah warga. Foto:D|labusel|baharudin siregar

Catatan | Baharudin Siregar | Mediadelegasi

Carli menjadi pekerjaan alternatif sebagian warga Labusel di musim pandemi Covid-19. Bukan hanya kaum Hawa, anak-anak juga meminati pekerjaan ini karena ketidakjelasan belajar di kelas dengan tatap muka.

Aini misalnya. Bocah Kelas II Sekolah Dasar itu tampak menenteng botol minuman berisi susu dan bontot bekal makan siang. “Tidak sekolah, jadi lebih baik saya ke bawah pohon sawit, Carli kan dapat duit,” ucap Aini bocah tergolong bijak dalam berbicara ini.

Bocah kecil ini mendapat ijin dari orangtuanya menelusuri gawangan kebun kelapa sawit milik perkebunan swasta di Kecamatan Sungaikanan Labusel itu. “Aini tidak sendiri, dia pergi dengan teman sebayanya dan akan bertemu dengan carli dari kampung lain,” ungkap ibunda Aini.

Carli, singkatan dari kata cari lidi, sebutan pekerjaan alternative di musim covid di daerah ini. Harga jual Tandan Buah Sawit (TBS) dan getah karet yang terus menurun, membuat warga Labusel menjadi anggota carli yang saat ini lumayan menjanjikan.

BACA JUGA:  "Dang di-Au Dang di-Ho, Gabe di Begu"

Pelepah sawit bekas pemanenan buah biasanya diletakkan di gawangan pohon kelapa sawit. Lidi tua ini menjadi sasaran anak-anak dan kaum Hawa. Lidinya diretas dari pelepah, dikumpul dan di bawa pulang. Daun lidinya diarit dan lidinya dikumpul.

Penampungya akan datang dan membeli lidi kelapa sawit. Konon menurut warga, lidi memiliki nilai jual lumayan sebagai bahan baku anti nyamuk bakar yang diolah pabrik.

Di Labusel, khusus di Kecamatan Sungaikanan masyarakat kaum hawa banyak yang mendatangi  petani sawit, untuk mendapat ijin mengambil lidi kelapa sawit milik petani.

“Beberapa minggu lalu saya coba ikut mencari lidi, karena kami tidak punya kebun sawit maka saya minta kepadà warga yang punya kebun sawit dan alhamdulillah  mereka memperkenankan kami untuk mengambil lidinya,” ungkap salah seorang ibu warga Martapotan, Sungaikanan.

BACA JUGA:  BPPD Labusel Terkesan Beratkan Pengurusan BPHTB

Tingginya peminat pekerjaan sebagai carli, membuat harga jual mengalamai penurunan. “Awal carli dulu, harganya mencapai Rp2.500,-/Kilogram. Kini sudah turun menjadi Rp2.000,-/kilogram,” kata ibu itu.

Bangsawan, 53, warga Hajoran juga di Sungaikanan, yang ikut sebagai pencari lidi mengakui telah menekuni pekerjaan carli selama satu bulan lebih. “Sudah hampir satu bulan ini saya ikut carli bisa memperoleh Rp100 ribu. Toke penampungnya datang ke rumah mengambil lidi yang saya kumpulkan, lumayanlah membantu biaya kebutuhan sehari hàri,” kata Bangsawan.

Sebagai carli, Bangsawan juga dibantu anak-anaknya jika tidak ada kesibukan sekolah. “Anak-anak ikut membantu mengikis daun dari lidinya,” katanya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dandim Labuhanbatu Bantah Dugaan Potongan Anggaran Kopdes Merah Putih, Sebut Pelaksanaan Sesuai Juknis
Warga Soroti Pembangunan Kopdes Merah Putih di Labuhan Batu, Kejati Sumut Didorong Lakukan Pemeriksaan
Diresmikan Presiden, Pembangunan Kopdes Merah Putih di Labuhanbatu Diduga Sarat Permainan. Anggaran 900 Juta di Obral Jadi Sorotan
Wagub Sumut Ajak Wisudawan Univa Labuhanbatu Bersinergi dan Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah
Bobby: Ada OPD Sumut Utamakan Efisiensi Anggaran Obat Dibandingkan Perjalanan Dinas
Pemprov Sumut Gelar Mudik Gratis Nataru 2024/2025,
Bobby dan Kahiyang Hadiri Hari Santri di Labusel
Laznas DPF Latih Pengelola Zakat Sejumlah Perusahaan untuk Peningkatan Ziswaf
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:32 WIB

Dandim Labuhanbatu Bantah Dugaan Potongan Anggaran Kopdes Merah Putih, Sebut Pelaksanaan Sesuai Juknis

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:47 WIB

Warga Soroti Pembangunan Kopdes Merah Putih di Labuhan Batu, Kejati Sumut Didorong Lakukan Pemeriksaan

Senin, 18 Mei 2026 - 16:29 WIB

Diresmikan Presiden, Pembangunan Kopdes Merah Putih di Labuhanbatu Diduga Sarat Permainan. Anggaran 900 Juta di Obral Jadi Sorotan

Selasa, 5 Agustus 2025 - 10:45 WIB

Wagub Sumut Ajak Wisudawan Univa Labuhanbatu Bersinergi dan Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah

Kamis, 20 Maret 2025 - 16:14 WIB

Bobby: Ada OPD Sumut Utamakan Efisiensi Anggaran Obat Dibandingkan Perjalanan Dinas

Berita Terbaru

Pengukuhan dan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Matahari Pagi Indonesia (MPI) Kabupaten Deli Serdang periode 2026, yang berlangsung di Balai Pertemuan Lubuk Pakam pada Minggu, 21 Juni 2026. Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Dahnil Anzar Simanjuntak Hadiri Pelantikan DPD MPI Deli Serdang

Senin, 22 Jun 2026 - 16:41 WIB