Catatan Dahlan Iskan: Rico Sempurna Pasaribu

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Dahlan Iskan: Rico Sempurna Pasaribu

Catatan Dahlan Iskan: Rico Sempurna Pasaribu

Jakarta-Mediadelegasi: Dibakar. Rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu dibakar. Bukan terbakar. Pelaku pembakarannya sudah ditangkap: dua orang.

Yang satu, seorang sopir angkot. Tinggalnya dekat terminal Kabanjahe, Karo, Sumut. Rumah itu sekitar lima kilometer dari rumah yang dibakar.

Satunya lagi, orang Medan tapi tinggal di Kabanjahe. Pekerjaannya kuli serabutan. Rumah kosnya yang di Kabanjahe juga sekitar lima kilometer dari rumah yang dibakar.

Kapolda Sumut Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi kemarin ke Kabanjahe. Ia sendiri yang mengumumkan kepada wartawan di Karo: bahwa rumah Rico dibakar, bukan terbakar.

Komjen Pol Agung baru saja naik pangkat bintang 3 pada 1 Juli lalu. Ia sebenarnya sudah digantikan oleh Kapolda yang baru Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto namun belum dilakukan serahterima jabatan.

Marko Sembiring Keloko, sahabat Disway di Kabanjahe, hadir di konferensi pers Kapolda Komjen Pol Agung itu. Marko wartawan Pos Metro Medan di Karo.

Marko dan para wartawan di Karo masih penasaran: kapolda masih belum mengatakan apa motif pembakaran rumah wartawan miskin tersebut.

“Masih terus didalami. Pada saatnya akan dijelaskan,” ujar kapolda. “Satu orang lagi kini masih dalam pemeriksaan,” tambah kapolda seperti dilaporkan Marko.

Marko menduga satu orang yang masih dalam pemeriksaan itu adalah bos yang membayar juru bakar. Atau suruhan orang yang membayar. Bisa juga perantara dari perantaranya perantara orang yang membayar.

BACA JUGA:  Gugat Pasal 36 UU KPK ke MK, Alex Marwata Singgung Momen Firli Bertemu SYL

Rumah Rico yang kecil, hanya 3 x 4 meter, terbuat dari papan, memudahkan pembakarannya.

Dua orang itu ke rumah Rico pukul 03.00. Udara Kebanjahe selalu dingin. Bisa 21 derajat menjelang subuh. Apalagi di bulan Juli.

Rico tidur nyenyak. Ia baru diantar pulang pukul 00.00. Berarti baru tiga jam tertidur.

Istri Rico juga lelap. Pun anak kedua mereka. Istri Rico malam itu lagi tidur bersama satu-satunya cucu yang masih kecil. Ini cucu dari anak pertama yang tinggal di kampung lain. Empat orang itu terbakar bersama. Tewas. Hangus.

Pembakaran itu sudah diatur agar tidak ada penghuni rumah yang selamat. Caranya: pertalite disiramkan di sekeliling rumah. Toh ukurannya hanya 3 x 4 meter. Bahkan, menurut Marko, hanya 2,5 x 4 meter. Api pun berkobar di segala arah. Setidaknya seisi rumah sulit bernapas dulu.

Meski polisi masih perlu waktu menggali motif pembakaran itu para wartawan di Karo sudah memastikan: terkait dengan berita yang ditulis Rico habis-habisan soal judi, narkoba, dan para backing-nya.

Rico tidak ada urusan dengan sopir angkot dan kuli serabutan.

BACA JUGA:  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo meminta pendampingan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) mengenai dugaan penyelewengan penyelenggaraan PON di Sumatera Utara

Wartawan di Karo pun salut pada kegigihan polisi yang berhasil mengungkap bahwa rumah Rico sengaja dibakar.

Wartawan di Karo akan berkumpul lagi Kamis lusa. Mereka akan memberikan apresiasi kepada Polres Tanah Karo, sambil menuntut agar motifnya segera diungkapkan. Mereka ingin tahu siapa dalang pembakaran rumah wartawan itu.

Para wartawan Karo merasa tidak sia-sia terus berjuang di belakang Rico.

Kamis lalu mereka menggelar “Malam 1000 Lilin”. Lokasinya di dekat rumah yang dibakar. Acara dimulai pukul 20.00 dan baru berakhir pukul 23.00. Yang hadir hampir seribu orang karena masyarakat juga ikut serta.

“Apakah sejak Rico tewas pemberitaan tentang judi tidak gencar lagi?” tanya saya pada Marko.

“Tidak ada lagi berita judi. Judinya sendiri sudah tidak ada. Sudah diberantas habis,” jawab Marko. “Judi sebagai obat pun sudah tidak ada,” tambahnya.

Judi sebagai obat? Rupanya banyak juga orang melakukan judi sebagai obat di sana. Obat suntuk.

Wartawan hebat tidak harus lahir dari media yang hebat. Contohnya Rico, wartawan TribrataTV.com. Dengar nama Tribrata kesannya seperti medianya kepolisian. Tapi bukan. Itu murni swasta. Nama Rico kini jauh lebih besar dari medianya.(Dahlan Iskan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atas Instruksi Wapres Gibran, Agnesia Korban Keracunan MBG Karo Dirujuk ke Jakarta
Zona Merah Sinabung Dipersempit, Warga Desa Kuta Tengah Mulai Dipulangkan
Gunung Sinabung Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 3.500 Meter
Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:17 WIB

Atas Instruksi Wapres Gibran, Agnesia Korban Keracunan MBG Karo Dirujuk ke Jakarta

Senin, 7 September 2026 - 16:32 WIB

Zona Merah Sinabung Dipersempit, Warga Desa Kuta Tengah Mulai Dipulangkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 3.500 Meter

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Berita Terbaru