China Berhasil Mengembangkan Terapi Sel Punca untuk Mengobati Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilmuwan China berhasil menemukan metode untuk menyembuhkan diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 menggunakan terapi sel punca berbasis teknologi sel punca pluripoten terinduksi (iPSC). Foto : Ist.

Ilmuwan China berhasil menemukan metode untuk menyembuhkan diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 menggunakan terapi sel punca berbasis teknologi sel punca pluripoten terinduksi (iPSC). Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi : Ilmuwan China telah mencapai terobosan signifikan dalam pengobatan diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dengan menggunakan terapi sel punca berbasis teknologi sel punca pluripoten terinduksi (iPSC). Metode ini melibatkan pemrograman ulang sel dewasa agar berperilaku seperti sel punca embrionik, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan sel islet penghasil insulin.

Dalam uji coba awal, peneliti menggunakan sel lemak pasien sendiri untuk menghasilkan sel islet penghasil insulin, yang kemudian disuntikkan di bawah selubung rektus anterior abdomen. Setelah ditanamkan, sel-sel ini mulai mengatur kadar gula darah secara alami dengan memproduksi insulin, sama seperti fungsi pankreas yang sehat.

Hasil uji coba awal menunjukkan bahwa pasien diabetes Tipe 1 mampu menghentikan penggunaan insulin sepenuhnya dalam 75 hari, sementara pasien diabetes Tipe 2 mencapai hasil yang sama hanya dalam 11 minggu. Keberhasilan ini menandai tonggak sejarah dalam pengobatan diabetes, seperti yang dikatakan oleh European Medical Journal.

Badan Pengawas Produk Medis Nasional China (NMPA) saat ini sedang mempercepat tahap uji klinis berikutnya dengan tujuan mengatasi epidemi global diabetes dalam tiga tahun ke depan. Dengan terobosan ini, China dianggap siap mentransformasi industri perawatan kesehatan global.

BACA JUGA:  PB IMSU Apresiasi Polda Sumut Fasilitasi Mudik Gratis

Terapi pengobatan ini juga menandai langkah signifikan menuju berakhirnya epidemi diabetes yang tersembunyi dan meringankan penderitaan jutaan orang di seluruh dunia. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan tantangan besar bagi perusahaan farmasi dan industri perawatan kesehatan yang berorientasi profit.

Perusahaan-perusahaan ini telah lama bergantung pada permintaan insulin, obat diabetes, dan peralatan medis terkait yang berkelanjutan. Dengan demikian, terapi sel punca ini dapat mengubah lanskap industri perawatan kesehatan global.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sel punca pluripoten terinduksi (iPSC) dapat digunakan untuk menghasilkan sel islet penghasil insulin yang berfungsi normal. Hal ini membuka peluang baru untuk pengobatan diabetes yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Uji coba lanjutan akan dilakukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi ini pada pasien yang lebih luas. Jika berhasil, terapi ini dapat menjadi solusi bagi jutaan orang yang menderita diabetes di seluruh dunia.

BACA JUGA:  Konjen China Saksikan Atraksi Lompat Batu di Nias Selatan

Dengan demikian, terobosan ini dapat membawa harapan baru bagi pasien diabetes dan keluarga mereka. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu mengatasi tantangan kesehatan global yang kompleks.

Dalam beberapa tahun ke depan, terapi sel punca ini dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan utama untuk diabetes. Dengan demikian, pasien dapat memiliki harapan untuk hidup lebih sehat dan bebas dari komplikasi diabetes.

Terapi ini juga dapat membantu mengurangi biaya perawatan kesehatan yang terkait dengan diabetes. Dengan demikian, pasien dapat memiliki akses ke perawatan kesehatan yang lebih efektif dan terjangkau.

Dalam jangka panjang, terapi sel punca ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi epidemi diabetes global. Dengan demikian, jutaan orang di seluruh dunia dapat memiliki harapan untuk hidup lebih sehat dan bahagia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru