Dalam 25 Tahun Terakhir, Bobby Nasution Jadi Gubsu Pertama Konsern Pelestarian Hutan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (Foto:Ist)

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi : Penandatanganan Kesepakatan Bersama  dengan sejumlah pegiat konservasi menjadi catatan baru bagi Bobby Nasution. Dalam 25 tahun terakhir, Bobby menjadi Gubsu pertama yang konsern terhadap konservasi dan pelestarian hutan.

Itu memang bukan kali pertama bagi Pemprov Sumut bekerjasama dengan non government organization (NGO) bidang konservasi dan pelestarian hutan. Namun pertemuan langsung Gubsu dan meneken Kesepakatan Bersama  secara langsung dengan NGO, baru Gubernur Bobby yang melakukannya dalam setidaknya kurun 25 tahun belakangan.

“Ya baru kali ini lah saya kira dalam 20-25 tahun terakhir Gubsu langsung teken kerjasama dengan kawan-kawan NGO terkait pelestarian hutan,” ungkap Ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Kusnadi, Rabu 29/10/225.

Kusnadi sendiri merupakan salahsatu dari 3 NGO yang hadir dan meneken langsung Kesepakatan Bersama dengan Gubernur Bobby pad Senin 27/10/2025 kemarin.

Selama ini, kata Kusnadi, kerjasama antara pegiat konservasi dan pelestarian hutan hanya pada level kepala dinas. Sehingga kami merasa seolah-olah Gubsu tidak mengetahui akan upaya-upaya pelestarian hutan yang dilakukan NGO.

BACA JUGA:  Srikandi Polda Sumut Tatap Muka dengan Ibu asuh

Atas hal itu pula, Kusnadi yang juga Mantan Direktur Walhi Sumut itu menilai, Gubernur Bobby sebagai sosok yang konsern dan peduli terhadap konservasi dan pelestarian hutan. Dan ini menjadi poin penting bagi para pegiat dan aktivis untuk terus melakukan upaya-upaya konservasi dan pelestarian hutan.

“Kesepakatan Bersama ini menjadi payung bagi kami bahwa kita harus terus melestarikan hutan serta konservasi. Bersinergi dan kolaborasi dengan pemerintah di kabupaten/kota yang ada di Sumut,” tegas Kusnadi.

Disinggung poin-poin dalam kerjasama itu, Kusnadi menjelaskan setidaknya ada empat poin paling penting. Pertama konservasi ,  pelestarian hutan, Pendidikan Lingkungan hidup.

“Kemudian peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan serta kemudahan berkordinasi dengan Bupati/Walikota yang ada di Sumut,” terang Kusnadi.

Atas kerjasama itu pula, pihaknya akan melakukan tindaklanjut ke dinas terkait agar Kesepakatan Bersama itu menjadi kesuksesan bersama terhadap pelestarian hutan di Sumatera Utara.

BACA JUGA:  Hutan Batang Toru Butuh Perhatian Serius

Selain Yayasan Ekosistem Lestari, dua NGO lainnya yang meneken kerjasama itu yakni  Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (TaHuKah) dan Yayasan Pelestari Ragam Hayati dan Cipta Fondasi (PRCF). Ketiganya tergabung dalam kolaborasi NGO Batang Toru yang selama ini aktif dalam pelestarian kawasan hutan di Sumut.

 

Sementara itu, apresiasi juga datang dari aktivis lingkungan Hidup Perkumpulan SOPO, Nonny Evasari Hamzah. Nonny mengaku bangga memiliki gubernur yang hadir langsung mengontrol upaya-upaya pelestarian hutan dan konservasi.

“Artinya pegiat lingkungan hidup dan konservasi tidak berjalan sendiri. Ada dukungan penuh langsung dari Gubernur Sumut. Dan ini patut kita syukuri,” terang Nonny.

Nonny berharap kerjasama itu mampu meningkatkan tata kelola kawasan hutan dan konservasi yang selama ini sudah baik. “Terutama soal peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan,” tukas Nonny. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program Sekolah Gratis SMA/SMK Diluncurkan, Kepulauan Nias Menjadi Wilayah Pertama Merasakannya
Gubernur Bobby Paparkan Tiga Prioritas Pembangunan Kepulauan Nias, BNKP Tegaskan Dukungan Penuh
Gubernur Bobby Bantu Biaya Transportasi Pasien RSUD M Thomsen, Janji Perbaiki Fasilitas Gunungsitoli
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Wagub Sumut Apresiasi LCC BMKG 2026, Dorong Budaya Sadar Risiko Bencana Sejak Sekolah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Program Sekolah Gratis SMA/SMK Diluncurkan, Kepulauan Nias Menjadi Wilayah Pertama Merasakannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gubernur Bobby Paparkan Tiga Prioritas Pembangunan Kepulauan Nias, BNKP Tegaskan Dukungan Penuh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Gubernur Bobby Bantu Biaya Transportasi Pasien RSUD M Thomsen, Janji Perbaiki Fasilitas Gunungsitoli

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB