Danantara: BUMN Karya Sakit Akibat Proyek Tanpa Perencanaan Matang dan ‘Kanibalisme’ Tender

Danantara: BUMN Karya Sakit. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy, mengungkapkan penyebab banyak BUMN Karya mengalami masalah keuangan. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kurangnya perencanaan pembangunan proyek infrastruktur.

Akibatnya, kata Febriany, estimasi biaya proyek membengkak hingga waktu pelaksanaan meleset dari target. Keuangan perusahaan pun menjadi tak sehat dan berdarah-darah.

“Sudah gitu project eksekusinya, kadang perencanaan kurang. Misal kondisi tanah seperti apa, (desain) bangunan seperti apa. Nah hal ini kadang suka miss (terlewat). Tidak dilakukan di depan, ide klien juga tidak dikasih, BUMN juga tidak,” ujar Febriany dalam media briefing.

Bacaan Lainnya

Ia memberi contoh proyek yang dilelang pemerintah, seperti Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi, yang sudah dilakukan groundbreaking oleh Presiden ke-7 Joko Widodo namun berhenti di tengah jalan karena badan usaha tidak mendapatkan financial close.

“Makanya planning itu penting sekali. Jadi kalau sudah mulai tidak ada lagi tantangan. Banyak juga yang mulai tanpa financial close. Bisa dibayangkan, tengah jalan dia harus berhenti karena tidak ada uang,” tutur dia.

Febriany menilai, sebetulnya sektor usaha jasa konstruksi di Indonesia masih cukup bagus, meskipun pertumbuhannya masih single digit.

Pos terkait