Debat Pilkada 2020, KPU Labuhanbatu Dicibir

Sabtu, 28 November 2020 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 Paslon Bupati Labuhanbatu pada Pilkada 2020

5 Paslon Bupati Labuhanbatu pada Pilkada 2020

Rantauprapat-Mediadelegasi: Debat kedua Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu dengan Efarina TV, di Kota Medan, Minggu (29/11/2020). Ada sisi miris yang mencuat.

Soalnya, pelaksanaan debat kandidat, sebagai tahapan pilkada yang dilaksanakan KPU Labuhanbatu tersebut, dicibir pegiat literasi sebagai sinyalemen merendahkan Event Organizer (EO) di Labuhanbatu.     

Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi mengatakan, bahwa debat ke dua akan disiarkan langsung melalui Efarina TV mulai pukul 15.00 WIB. “Selain Efarina TV, live streaming melalui media sosial KPU Labuhanbatu juga tetap kita lakukan,” katanya  kepada Media delegasi, Jumat (27/11/2020).

Dia juga menjelaskan, kalau pelaksanaan debat kandidat tersebut, hampir sama seperti sebelumnya, yakni dilaksanakan di Kota Medan. Artinya, perbedaan debat kedua dengan sebelumnya, hanya tayangan stasiun TV yang berbeda.

Ketika disinggung kewajiban paslon mengikuti debat itu, Wahyudi menjawab, boleh saja mereka untuk tidak hadir. Namun pihaknya, lanjut dia, tetap akan memberikan sanksi. “Iklannya tidak akan ditayangkan,” rincinya.

BACA JUGA:  Kejari Labuhan Batu Ukir Prestasi

Namun sayangnya, ketika tanyai mengenai besaran biaya yang harus dikeluarkan KPU Labuhanbatu untuk melakukan siaran langsung di Efarina TV, Wahyudi terkesan berkilah. “Wah saya lupa pastinya, nanti saya tanyakan ke staf,” jawabnya bernada berkelit.

Terpisah, menyikapi debat tersebut, elemen masyarakat adalah, Badan Investigasi Nasional (BIN) Kordinator Wilayah Sumut, Jhoni Anthoni Harahap mengatakan, kalau pelaksanaan debat kandidat, di Medan, itu sangat tidak efektif.

Apalagi terangnya, dalam debat pertama juga memunculkan persoalan yang terbilang tak memihak kepada mayarakat sebagai pemilik hak suara. “Debat kandidat pertama itu terbilang mengecewakan, sebahagian besar masyarakat tak dapat mengaksesnya, karena jaringan yang masih terbatas di Labuhanbatu,” ungkapnya.

Sebaiknya, KPU Labuhanbatu melaksanakannya di sana, sehingga masyarakat yang tak dapat mengakses lewat televise maupun jaringan live streaming, dapat melihatnya langsung. “Tentunya pelaksanaannya haruslah mematuhi prokes,” tegasnya.    

BACA JUGA:  Rapidin Nyatakan Tekad PDI Perjuangan Menangkan Pemilu

Sekedar informasi, debat pertama KPU Labuhanbatu yang memilih INews TV sebagai media yang menyiarkan acara secara langsung, belakangan menuai kecaman luas dari masyarakat dikarenakan siaran langsung bernilai Rp200 juta tersebut, tidak dapat diakses secara menyeluruh di wilayah Labuhanbatu, meskipun menggunakan antena parabola sekalipun.

Seorang penggiat literasi, Najib Gunawan terang-terangan menuding adanya upaya “main mata” antara KPU dengan INews TV, dalam penentuan media siaran langsung debat pertama tersebut.

Selain itu penetapan lokasi debat di Medan juga banyak dikecam masyarakat, salah satunya Wahyudi mengatakan, kalau langkah KPU Labuhanbatu itu merupakan bentuk ketidakpercayaan event organizer (EO) yang ada di Labuhanbatu. “Ini artinya KPU Labuhanbatu merendahkan EO yang ada di sini,” ungkapnya.  

Sama halnya, Khairul Hasibuan juga mengatakan, seharusnya KPU memberikan kesempatan kepada EO lokal, karena sebagai bentuk mendukung kemajuan kemampuan lokal. “Bukan malah merendahkan seperti ini,” ketusnya. D|Lab-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahas Sengketa Lahan, KNPI Labura dan ATR/BPN Sepakat Perkuat Kolaborasi Reforma Agraria
Perkuat Sinergitas, KNPI Labura Silaturahmi dengan Satintelkam Polres Labuhanbatu
Kampung Pancasila Kodim 0209/Labuhanbatu Masuk Penilaian Nasional, Wujud Nyata Pembinaan Teritorial TNI AD
Deretan Prestasi Caroline Cicilia Nababan, Bocah SD Asal Labuhanbatu yang Taklukkan Olimpiade Asia
Mengharukan! Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Matematika Asia Ingin Bertemu Bobby Nasution, Memohon Meja Belajar
Truk Sawit Terguling Menimpa Siswi SMP di Labuhanbatu, 1 Meninggal Dunia
Kadisdik Labuhanbatu Bantah Isu Dugaan Setoran dalam Pengangkatan Kepala Sekolah
Bupati Labuhanbatu Utara Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Tekankan Pentingnya Sinergitas dengan Semua Elemen
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Bahas Sengketa Lahan, KNPI Labura dan ATR/BPN Sepakat Perkuat Kolaborasi Reforma Agraria

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Perkuat Sinergitas, KNPI Labura Silaturahmi dengan Satintelkam Polres Labuhanbatu

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:29 WIB

Kampung Pancasila Kodim 0209/Labuhanbatu Masuk Penilaian Nasional, Wujud Nyata Pembinaan Teritorial TNI AD

Senin, 20 Juli 2026 - 14:26 WIB

Deretan Prestasi Caroline Cicilia Nababan, Bocah SD Asal Labuhanbatu yang Taklukkan Olimpiade Asia

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:41 WIB

Mengharukan! Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Matematika Asia Ingin Bertemu Bobby Nasution, Memohon Meja Belajar

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB