Diduga Dapat Perlakuan Kasar, Ibu Hamil dan Lansia Laporkan Oknum Polisi Polsek Percut Sei Tuan

Senada dengan Deasy, Noviritani Lumban Tobing mengaku hingga saat ini masih merasakan sakit di pergelangan tangan dan jarinya.

“Ditarik orang itu saya kedalam, sampai sakit pergelangan tangan dan jari saya, maka saya minta sama Kapolda dan Kapolrestabes Medan untuk menyelesaikan kasus ini,” ucap wanita lanjut usia ini.

Kapolsek Percut Seituan, AKP Janpiter Napitupulu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (20/4) sore, menyangkal kalau dia dan anggotanya melakukan tindakan kasar pada Deasy dan ibunya.

Bacaan Lainnya

“Ibu ini datang sama ibunya ke Polsek untuk menanyakan perkembangan laporannya di Polsek Percut Seituan, kasus ini sudah digelar di Polda Sumut, dan kasusnya diarahkan pada KDRT, sementara hasil visum tidak mendukung, saksi yang ada di lokasi kejadian menyatakan tidak ada dilakukan penganiayaan, yang ada menurut suaminya itu, ia menghalangi istrinya agar tidak berkelahi dengan adik iparnya,” jelas Janpiter.

Dia menyebutkan, tak cukup bukti dan tak ada saksi dalam kasus ini.

Lebih lanjut kata Kapolsek, yang ada mereka ( Polsek ) yang dipukul dan dilempari batu. “Pas mereka mau meninggalkan Polsek ini, ibunya sempat berkata “saya lempar dan bakar Polsek ini nanti”.

Ribut lah mereka di Polsek, melihat hal itu, anggota kan langsung bereaksi mengamankan situasi, kan bisa lihat di videonya. Anggota hanya mencegah agar tidak terjadi perusakan, disini kan banyak kendaraan masyarakat yang datang, kalau pecah kaca mobil kan saya yang bertanggung jawab sebagai Kapolsek. Pot bunga kita yang dirusak, kata ibu itu kakinya luka akibat dianiaya oleh oknum polisi disini, itu adalah fitnah buat kami karena ibu itu menendang pot bunga hingga kakinya luka, bahkan batu berserakan dari lemparan ibu itu. Kalau tindakan itu kita hentikan, saya kira ini wajar, ini adalah diskresi Kepolisian. Masalah baju robek itu rekayasa, mana mungkin anggota Polisi melakukan itu,” sebut AKP Janpiter Napitupulu.D|Mdn.Ummi

Pos terkait