Diduga Dapat Perlakuan Kasar, Ibu Hamil dan Lansia Laporkan Oknum Polisi Polsek Percut Sei Tuan

Rabu, 21 April 2021 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan- Mediadelegasi: Seorang wanita hamil Deasy Natalia Sinulingga (32) bersama ibunya Noviritani Lumban Tobing (56) warga Jalan Baru, Lingkungan 4, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, mengaku mendapatkan perlakuan kasar mengakibatkan bajunya koyak serta kakinya luka di Polsek Percut Seituan.

Keduanya melaporkan oknum Polsek Percut Seituan ke SPKT Polrestabes Medan dengan nomor laporan STTLP/818/K/IV/YAN:2.5/2021/SPKT/ Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.

Kepada awak media saat diwawancarai di rumahnya, Selasa (20/4) siang, Deasy dan Noviritani menceritakan kronologis kejadian tersebut.

“Kami datang sama ibu saya untuk meminta penjelasan sampai di mana laporan saya tersebut, sebab sudah dari tanggal 28 Oktober 2020 hingga kini laporan penganiayaan terhadap saya tak juga ada perkembangan. Saat itu ibu saya ( Noviritani ) jumpa sama Kapolsek, sebab sudah lama kali kami nunggu di dekat ruangannya,” kata dia.

Saat ketemu, ibunya bertanya sama Kapolsek, sudah kayak mana laporan itu, namun dijawab oleh Kapolsek masih proses.

“Lho udah lama kali kok tak kunjung selesai. Itulah ibu saya emosi, namanya udah tua, dan sakit-sakitan, ibu saya kena kanker stadium 4 bang, dilempar mamak saya Polsek pakai batu tapi hanya sampai di halaman depan saja,” kata dia.

BACA JUGA:  RE Nainggolan Instruksikan N4J Laporkan Penghina Bobby ke Polisi

“Saat itu mamak ditarik ke dalam, koyak bajunya dan jarinya terlilit. Taulah orang da tua, ditarik tanganya sama laki-laki kan pasti kuat tenaganya, makanya kami buat laporan di Polrestabes Medan,” sebut Deasy sambil mengutarakan niatnya untuk meminta bantuan hukum pada LBH Medan, Rabu (21/4/2021).

Senada dengan Deasy, Noviritani Lumban Tobing mengaku hingga saat ini masih merasakan sakit di pergelangan tangan dan jarinya.

“Ditarik orang itu saya kedalam, sampai sakit pergelangan tangan dan jari saya, maka saya minta sama Kapolda dan Kapolrestabes Medan untuk menyelesaikan kasus ini,” ucap wanita lanjut usia ini.

Kapolsek Percut Seituan, AKP Janpiter Napitupulu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (20/4) sore, menyangkal kalau dia dan anggotanya melakukan tindakan kasar pada Deasy dan ibunya.

“Ibu ini datang sama ibunya ke Polsek untuk menanyakan perkembangan laporannya di Polsek Percut Seituan, kasus ini sudah digelar di Polda Sumut, dan kasusnya diarahkan pada KDRT, sementara hasil visum tidak mendukung, saksi yang ada di lokasi kejadian menyatakan tidak ada dilakukan penganiayaan, yang ada menurut suaminya itu, ia menghalangi istrinya agar tidak berkelahi dengan adik iparnya,” jelas Janpiter.

BACA JUGA:  Jelang Idul Fitri 1442 H, IAD Wilayah Sumut dan Kejatisu Gelar Baksos

Dia menyebutkan, tak cukup bukti dan tak ada saksi dalam kasus ini.

Lebih lanjut kata Kapolsek, yang ada mereka ( Polsek ) yang dipukul dan dilempari batu. “Pas mereka mau meninggalkan Polsek ini, ibunya sempat berkata “saya lempar dan bakar Polsek ini nanti”.

Ribut lah mereka di Polsek, melihat hal itu, anggota kan langsung bereaksi mengamankan situasi, kan bisa lihat di videonya. Anggota hanya mencegah agar tidak terjadi perusakan, disini kan banyak kendaraan masyarakat yang datang, kalau pecah kaca mobil kan saya yang bertanggung jawab sebagai Kapolsek. Pot bunga kita yang dirusak, kata ibu itu kakinya luka akibat dianiaya oleh oknum polisi disini, itu adalah fitnah buat kami karena ibu itu menendang pot bunga hingga kakinya luka, bahkan batu berserakan dari lemparan ibu itu. Kalau tindakan itu kita hentikan, saya kira ini wajar, ini adalah diskresi Kepolisian. Masalah baju robek itu rekayasa, mana mungkin anggota Polisi melakukan itu,” sebut AKP Janpiter Napitupulu.D|Mdn.Ummi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB