Diduga Loncat Hindari Polisi 7 Remaja Laki-laki Tewas di Kali Bekasi.

- Penulis

Senin, 23 September 2024 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi , Media Delegasi – Sebanyak tujuh remaja laki-laki ditemukan tewas di Kali Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (22/9) pagi. Para remaja itu diduga melompat ke sungai tersebut untuk menghindari patroli polisi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Karyoto menyebut dari keterangan saksi, korban memang melompat ke sungai karena takut ada patroli.

“Menurut informasi sekilas adalah bahwa ini adalah salah satu yang menjadi kemarin malam itu, yang sudah bisa diambil keterangan memang mereka menceburkan diri ke sungai,” kata Karyoto kepada wartawan di lokasi.
“Karena adanya ketakutan adanya patroli yang lewat atau yang menegur, menegurnya sejauh mana ini sedang kami dalami oleh Propam,” imbuhnya.
Karyoto mengklaim penyelidikan kasus ini akan dilakukan secara terbuka. Ia juga menyebut akan melibatkan Divisi Propam Mabes Polri hingga Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam menyelidiki kasus ini.

“Kami akan melihat bahwa kalau memang ada nanti kelalaian dari siapa, pihak siapa, kami akan minta pertanggungjawaban,” ujarnya.

BACA JUGA:  Arif Budimanta, Mantan Stafsus Presiden Jokowi, Meninggal Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karyoto mengatakan Tim Patroli pencegahan tawuran tidak salah. Sebab, keberadaan Tim Patroli tersebut berfungsi untuk mencegah aksi tawuran yang belakangan marak terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Sehingga kami (pikir) langkah patroli ini betul, patroli tidak salah, saya katakan patroli tidak salah,” ucap dia.

Di sisi lain, Karyoto menyebut pihaknya telah menangkap 15 orang yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Jatiasih. Tiga di antaranya, juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“15 orang (diamankan), yang ditetapkan tersangka 3 orang karena membawa sajam,” ujarnya.

Polda Sudah Periksa 5 Senior Dokter Aulia di Kasus Bully PPDS Undip
Terpisah, Kabid Yandokpol RS Polri Kombes Herry Wijatmoko mengatakan pihaknya masih melakukan proses identifikasi terhadap ketujuh jenazah tersebut.

Dalam proses identifikasi ini, kata Herry, pihaknya melibatkan tim kedokteran forensik, tim kedokteran gigi forensik, tim DNA, tim inafis dan sidik jari serta tim forensik dari FK UI.

BACA JUGA:  Ratusan Pekerja Kementerian PU Dirumahkan Akibat Efisiensi

Herry meminta kepada keluarga untuk bisa membawa sejumlah dokumen hingga barang pribadi milik korban guna membantu proses identifikasi.

“Kemudian membawa kartu identitas yang dilaporkan mungkin salah satu korban, kartu keluarga, alat probadi yang dipunya korban misal sikat gigi, sisir, atau baju pribadi yang belum dicuci, ini berkaitan dengan pemeriksaan sample DNA,” tutur dia.

“Kemudian, foto korban yang semasa hidup terlihat giginya, jadi nanti akan kami data, data-data antemortem itu akan kami cocok dengan yang kami temukan,” sambungnya.

Polisi Kejar Provokator Bentrok di Rempang
Lebih lanjut, Herry menyebut dari hasil pemeriksaan sementara, ketujuh jenazah itu memiliki ciri yang hampir sama.

“Satu terendam air, juga proses pembusukannya sudah muncul. Jadi air itu suhunya rendah, sehingga akan sudah diambil, dia akan proses pembusukan berjalan, jadi setidaknya 24 jam,”

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru

Suasana di depan SD Negeri 165726 Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tebingtinggi, yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Padang. Terlihat para siswa sedang dijemput dan dievakuasi oleh orang tua atau warga karena kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan demi keselamatan. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Banjir Rendam Sekolah di Tebingtinggi, KBM Diliburkan Sementara

Senin, 11 Mei 2026 - 17:48 WIB