Ia juga menerangkan penanganan penyakit TBC pada anak berbeda dibandingkan orang dewasa, seperti pemeriksaan lebih kompleks akibat gejalanya.
“Misalnya anak positif TBC belum tentu batuk berdahak, seperti orang dewasa. Bisa saja hanya batuk biasa atau demam,” tutur Pocut.
Padahal, terang dia, jika seorang anak beberapa kali mengalami kondisi batuk atau demam, maka harus dicurigai dan segera memeriksakan kesehatan si anak.
“Ini yang harus kita sampaikan ke masyarakat. Jika ditemukan kasus positif TBC pada anak, maka wajib minum obat terus menerus selama enam bulan seperti orang dewasa,” tuturnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada warga Kota Medan agar lebih mewaspadai penyakit TBC ini, dan harus segera diobati jika terinfeksi.
Keterangan yang dirangkum mediadelegasi.id, , Indonesia menjadi negara kedua dengan kasus Tuberkulosis atau TBC tertinggi di dunia.
Hal ini dipicu oleh tidak tuntas pengobatan dan rendahnya kesadaran penderita untuk minum obat secara rutin hingga sembuh. D|Red