Diskopindag Malang Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Diskopindag
Pelaku UMKM di Kota Malang (Foto:Ist)

Diskopindag Malang Fasilitasi UMKM Go International 2026

Pada tahun 2026, cakupan pendampingan oleh tim ahli akan diperluas secara signifikan. Diskopindag merencanakan setiap tim pendamping dapat menyentuh dan membina antara 50 hingga 100 pelaku UMKM secara intensif.

Materi pelatihan yang diberikan juga akan dibuat lebih mendalam dan detail. Tim pendamping diminta fokus pada aspek-aspek krusial yang sering menjadi kendala, seperti inovasi pengemasan produk (packaging) hingga strategi pemasaran modern.

Langkah penguatan ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas capaian tahun 2025. Diskopindag mengakui bahwa jumlah UMKM yang naik kelas pada tahun lalu belum memenuhi target yang ditetapkan, sehingga diperlukan akselerasi di berbagai lini.

Bacaan Lainnya

Sebuah UMKM dikategorikan naik kelas apabila memenuhi sejumlah indikator keberhasilan. Hal ini mencakup peningkatan omzet tahunan secara konsisten, kelengkapan legalitas atau izin usaha, serta peningkatan kualitas mutu produk yang dihasilkan.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat baru sekitar 100-an UMKM yang berhasil naik kelas. Meskipun angka tersebut masih jauh dari target awal, Diskopindag tetap optimis bahwa dengan pendampingan yang lebih masif, target 4.000 UMKM tahun ini dapat tercapai.

Selain pasar domestik, pendampingan ini diarahkan agar produk UMKM Kota Malang mampu menembus pasar internasional. Fokus ekspor utama pada tahun ini ditujukan ke tiga negara potensial, yakni Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Selandia Baru.

Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 95 UMKM asal Kota Malang telah berhasil memasarkan produk mereka ke pasar global. Mayoritas komoditas yang diminati pasar internasional adalah produk olahan pangan, khususnya keripik tempe.

Jika digabungkan dengan sektor lain seperti kriya (kerajinan tangan), total nilai ekspor UMKM Kota Malang telah menyentuh angka sekitar Rp100 miliar. Capaian ini menjadi modal besar bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas akses pasar luar negeri.

Pada tahun 2026, Diskopindag menargetkan volume ekspor produk UMKM meningkat hingga 50 persen. Untuk mencapainya, peran “Klinik Ekspor” akan dimaksimalkan guna memfasilitasi kerja sama luar negeri yang sudah terjalin sebelumnya.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Pos terkait