Telkomsel Perluas Jaringan 4G 5G Hingga 2026

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Telkomsel (Foto:Ist)

Telkomsel (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Telkomsel secara resmi mengungkapkan rencana strategis perusahaan untuk memperluas jaringan 4G dan 5G di seluruh pelosok negeri. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sekaligus memeratakan akses internet nasional guna mendukung transformasi digital yang inklusif.

Telkomsel Perluas Jangkauan 4G 5G Sampai 2026.

Upaya perluasan ini sejalan dengan target ambisius yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pemerintah menargetkan rasio cakupan sinyal minimal 4G di Indonesia mampu menyentuh angka 97,50 persen pada tahun 2026 mendatang.

Baca juga  : https://mediadelegasi.id/dana-syariah-indonesia-digeledah-polri-dugaan-fraud/

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan bahwa posisi perusahaan saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Hingga kini, infrastruktur jaringan 4G Telkomsel telah berhasil menjangkau lebih dari 97 persen populasi di Indonesia.

“Hingga saat ini, Telkomsel telah membangun pemerataan jaringan 4G secara masif. Berdasarkan data publikasi, capaian kami telah menjangkau lebih dari 97 persen populasi, yang mana hal ini sangat selaras dengan target capaian nasional,” ujar Fahmi pada Jumat (23/1/2026).

Untuk mendukung cakupan seluas itu, Telkomsel saat ini mengoperasikan ratusan ribu BTS di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian besar dari infrastruktur tersebut merupakan BTS 4G yang tersebar mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

BACA JUGA:  Oknum Kepala Sekolah di Tasikmalaya Digerebek Bersama Lima Gadis di Penginapan Pangandaran, Satu Korban Tak Sadarkan Diri

Menuju akhir tahun 2026, Telkomsel akan tetap menempatkan penguatan jaringan 4G sebagai prioritas utama. Fokus pembangunan akan diarahkan pada area permukiman, pusat-pusat aktivitas ekonomi, serta jalur mobilitas masyarakat yang memiliki kepadatan trafik tinggi.

Fahmi menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar luas cakupan, tetapi juga kualitas koneksi. Telkomsel berkomitmen terus memperkuat kapasitas jaringan agar keandalan dan kecepatan akses tetap terjaga demi memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Strategi ini juga mencakup optimalisasi jaringan eksisting serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dianggap krusial untuk mencapai target rasio cakupan nasional 97,5 persen yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, perkembangan teknologi 5G juga menjadi perhatian serius Telkomsel. Pengembangan jaringan generasi kelima ini dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem di masing-masing wilayah.

Saat ini, layanan 5G Telkomsel telah tersedia secara komersial di lebih dari 80 kota dan kabupaten di Indonesia. Infrastruktur pendukungnya pun terus tumbuh dengan jumlah lebih dari 5.000 unit BTS 5G yang sudah beroperasi.

BACA JUGA:  Eks Kapolres Bima: Narkoba dari Kasat Narkoba

“Implementasi 5G kami lakukan secara selektif. Hal ini harus disesuaikan dengan kesiapan perangkat di masyarakat, kebutuhan pasar yang ada, serta ketersediaan spektrum frekuensi yang memadai,” jelas Fahmi lebih lanjut.

Target ke depan hingga 2026 adalah memperluas cakupan 5G yang bersifat berkesinambungan (contiguous) di kota-kota besar. Selain itu, penguatan sinyal 5G juga diprioritaskan untuk kawasan industri, zona bisnis, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Telkomsel juga mendorong pemanfaatan 5G untuk sektor korporasi melalui berbagai use case. Sektor-sektor seperti manufaktur, pertambangan, logistik, hingga konsep smart city dan pariwisata menjadi bidikan utama dalam implementasi teknologi ini.

Terkait kebijakan Komdigi yang mendorong paket internet lebih terjangkau, Telkomsel menyatakan dukungan penuh. Fahmi menilai harga layanan internet di Indonesia saat ini sebenarnya sudah cukup kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain secara global.

Namun, ia menekankan perlunya keseimbangan antara harga yang inklusif dengan keberlanjutan investasi industri. Melalui sinergi kebijakan yang tepat antara pemerintah dan operator, diharapkan tercipta struktur biaya yang efisien untuk mendukung ekonomi digital Indonesia.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

 

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa Bos Travel Haji Maraton, Dalami Kasus Kuota Tambang Haji 2024
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Pelantikan Digelar Sore Ini
Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Meninggal Dunia, Dendam Berawal dari 2018
KPK Desak RUU Pembatasan Uang Kartal Segera Dibahas, Kunci Tekan Politik Uang
Menaker Yassierli: Serikat Pekerja Tak Hanya Advokasi, tapi Harus Dorong Peningkatan Kompetensi
Sistem Pengawasan Lumpuh, Peralatan Pemantauan Gunung Semeru Dicuri
Ironi Mantan Polisi Narkoba: Robig Zaenudin Positif Narkoba di Penjara, Dipindah ke Nusakambangan
Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kemhan: Pengabdian Mereka Kehormatan Bangsa

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:49 WIB

KPK Periksa Bos Travel Haji Maraton, Dalami Kasus Kuota Tambang Haji 2024

Senin, 27 April 2026 - 11:21 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Pelantikan Digelar Sore Ini

Senin, 27 April 2026 - 10:55 WIB

Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Meninggal Dunia, Dendam Berawal dari 2018

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

KPK Desak RUU Pembatasan Uang Kartal Segera Dibahas, Kunci Tekan Politik Uang

Sabtu, 25 April 2026 - 13:49 WIB

Menaker Yassierli: Serikat Pekerja Tak Hanya Advokasi, tapi Harus Dorong Peningkatan Kompetensi

Berita Terbaru