Dituding Menyuntikkan Vaksin Kosong, Ini Jawaban Dokter G

Selasa, 25 Januari 2022 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter berinisial G membantah tuduhan terhadap dirinya yang telah memberikan penyuntikan vaksin kosong, terhadap salah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) Wahidin Medan Labuhan pada, Senin (17/1/2022) lalu. (ist)

Dokter berinisial G membantah tuduhan terhadap dirinya yang telah memberikan penyuntikan vaksin kosong, terhadap salah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) Wahidin Medan Labuhan pada, Senin (17/1/2022) lalu. (ist)

Medan-Mediadelegasi: Dokter berinisial G membantah tuduhan terhadap dirinya yang telah memberikan penyuntikan vaksin kosong, terhadap salah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) Wahidin Medan Labuhan pada, Senin (17/1/2022) lalu. Dia mengaku, vaksin yang disuntiknya saat itu benar-benar berisi vaksin merk Sinovac.

“Tudingan terhadap saya yang menyuntikkan vaksin kosong adalah menyesatkan. Saya bertanggung-jawab. Saya yakin dengan sungguh-sungguh sesuai sumpah profesi saya, bahwa yang saya berikan adalah suntikan berisi vaksin yang telah diisi sejawat saya (perawat W),” kata G kepada wartawan, Senin (24/1[2022).

Menurutnya, sebelum vaksinasi dimulai, dilaksanakan dulu briefing dengan tim vaksinator agar kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Tim vaksinator dibantu para perawat dari Rumah Sakit Delima salah satunya berinisial berinisial W. “Meja suntik kami atur sedemikian rupa agar anak-anak tidak takut dengan pelayanan vaksinasi massal. Ada tiga meja yang kami siapkan, pelayanan vaksin dimulai sejak jam 09.00-17.00 WIB,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Dia menyebutkan, vaksin yang digunakan bersumber dari Polres Medan Labuhan merk Sinovac. Spuit (jarum suntik) yang disediakan adalah Spuit 0,5 cc.

“Karena sangat ramai, anak-anak didampingi orangtua dan wali masing-masing sehingga saya tidak mengetahui dan tidak sadar selama pelayanan ada pihak yang mengambil merekam. Namun, hal ini tidak saya permasalahkan karena sifatnya untuk dokumentasi, kenangan-kenangan,” sebutnya.

BACA JUGA:  IAKN Tarutung Layak Bertransformasi Menjadi Universitas Tapanuli Raya

Lanjut dia, untuk mempercepat pemberian vaksin pada anak, maka dalam tim telah dibagi tugas masing-masing. Tim vaksinator dokter melakukan penyuntikkan vaksin, sedangkan perawat tugasnya membantu untuk mengambil dan memasukkan vaksin ke dalam spuit 0,5 cc yang sudah disediakan.

“Selama penyuntikan vaksin seperti terlihat dalam video yang beredar, saya mengambil spuit 0,5 cc yang berada di sisi kanan belakang saya. Dan, saya yakini spuit itu sudah diisi vaksin oleh perawat W yang posisinya saat itu di belakang saya,” ujarnya.

Dia juga mengaku, penyuntikan yang dilakukannya sudah sesuai prosedur. Pertama, memanggil peserta vaksin untuk duduk dengan mengangkat lengan baju hingga setinggi bahu. Kemudian, melakukan disinfeksi membersihkan dengan alkohol swab di lokasi yang akan disuntik.

“Selanjutnya, mengambil spuit 0,5 cc di dalam box spuit yang diyakini sudah diisi vaksin sesuai dosis oleh perawat W. Kemudian, melakukan suntikkan vaksin secara intramuskular di lengan kiri atas menggunakan spuit yang diyakini sudah berisi vaksin yang berada di belakang kursi) dan saya menyuntikkannya,” jelas dokter G.

Menyikapi viralnya video tersebut, dokter G menyatakan sudah ada mediasi dengan pihak keluarga, yang difasilitasi pihak sekolah dan pihak kepolisian keesokan harinya. Pertemuan itu dilakukan di ruang rapat sekolah yang juga dihadiri kepala sekolah, guru-guru, vaksinator, perawat. Di pertemuan mediasi itu juga telah dijelaskan pemahaman bahwa apa yang disuntikkan benar adalah yang berisi vaksin yang telah diisi perawat W ke dalam spuit.

BACA JUGA:  Polda Sumut Serahkan Tersangka Dokter Suntik Vaksin Kosong ke Jaksa

“Namun, apabila pihak keluarga masih belum yakin, dapat diberikan suntikan ulang kembali. Tetapi, pihak keluarga menolak disuntik kembali karena sudah peraya setelah mendengar penjelasan dokter dan perawat bahwa yang disuntikkan itu telah berisi vaksin, sehingga tidak perlu lagi penyuntikan ulang,” pungkas dokter G.

Namun demikian, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Medan, dr Mutia Nimpar menyampaikan pihaknya siap melakukan suntikan ulang terhadap siswa SD Wahidin, Medan Labuhan.

“Namun, sebelum melakukan penyuntikan ulang, kita akan berkoordinasi dulu dengan orangtua dan pihak terkait yakni pihak kepolisian, sebab kasus ini sudah ditangani kepolisian,” katanya.

Mutia menuturkan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan melakukan pendekatan baik kepada orangtua siswa maupun siswa yang diduga menerima suntikan vaksin kosong tersebut. Karena sebelum melakukan suntikan vaksinasi ulang, harus memastikan bahwa siswa tersebut tidak dalam keadaan trauma.

“Mengenai jumlah anak yang akan disuntik ulang kita belum tahu karena masih penyidikan, jadi kita menunggu hasilnya. Jika semua harus divaksin ulang, tentu kita siap vaksin ulang. Artinya, kita ambil alih pelaksanaan vaksinasi di sekolah tersebut,” tandas Mutia. (D|Red-5)

Satu tanggapan untuk “Dituding Menyuntikkan Vaksin Kosong, Ini Jawaban Dokter G”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB