DPR Belum Terima Surpres Kapolri, Kabar Perombakan Pimpinan Polri Menggantung

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad : Pimpinan DPR sampai hari ini belum terima Surpres mengenai pergantian Kapolri. (Foto : Ist.)

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad : Pimpinan DPR sampai hari ini belum terima Surpres mengenai pergantian Kapolri. (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Kabar mengenai perombakan pimpinan Polri semakin memanas. Isu bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beredar luas di media. Namun, kepastian dari kabar tersebut masih menjadi tanda tanya besar.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, angkat bicara mengenai simpang siur informasi ini. Dengan tegas, Dasco membantah kabar tersebut. “Pimpinan DPR sampai hari ini belum terima Surpres mengenai pergantian Kapolri,” kata Dasco kepada wartawan pada Sabtu (13/9/2025). Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Pernyataan Dasco mengindikasikan bahwa proses pergantian pimpinan Polri, jika memang ada, belum sampai ke tahap persetujuan legislatif. Hal ini membuat publik menunggu langkah selanjutnya dari Istana Negara terkait isu pergantian pucuk pimpinan di Korps Bhayangkara.

Isu pergantian Kapolri ini sebelumnya telah memicu berbagai tanggapan, termasuk dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri. Beberapa pihak bahkan mendesak agar ia mundur dari jabatannya.

BACA JUGA:  Soft Opening Kampus University Of Jakarta International, Slipi Jakarta Barat

Menanggapi desakan tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tenang menyatakan bahwa pergantian pimpinan Polri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. “Terkait dengan isu yang menyangkut dengan kabar itu, hak prerogatif presiden. Kita prajurit, kapan saja siap,” katanya di Bogor, Jawa Barat, usai menghadap Presiden Prabowo pada Sabtu (30/8/2025).

Pernyataan Kapolri menunjukkan sikap profesional dan kesiapan untuk menerima segala keputusan dari pimpinan tertinggi negara. Sebagai seorang prajurit, ia menegaskan kesetiaannya kepada negara dan siap menjalankan tugas apa pun yang diperintahkan.

Salah satu desakan agar Kapolri mundur datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). YLBHI menyoroti tindakan represif aparat dalam menghadapi demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Menurut mereka, sikap represif aparat menciderai nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

BACA JUGA:  Di Balik Pertemuan Prabowo dan Jonan: Proyek Whoosh Jadi Sorotan di Tengah Kontroversi Utang

Kritik dari YLBHI ini menambah tekanan terhadap institusi Polri untuk melakukan reformasi internal, terutama dalam hal pendekatan terhadap penanganan unjuk rasa. Tuntutan ini sejalan dengan harapan masyarakat agar aparat lebih humanis dan persuasif dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, pengamat politik menilai bahwa isu pergantian Kapolri ini bisa saja menjadi bagian dari evaluasi kinerja yang dilakukan Presiden. Kabinet dan pimpinan lembaga negara biasanya dievaluasi secara berkala, dan Polri sebagai salah satu pilar keamanan negara tidak luput dari penilaian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Istana Negara belum memberikan keterangan resmi mengenai Surpres yang dikabarkan telah dikirim. Dengan demikian, nasib pucuk pimpinan Polri masih menjadi misteri, menunggu keputusan final dari Presiden Prabowo Subianto. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru