ECBM-heart, Solusi Mengurangi Resiko Serangan Jantung

- Penulis

Selasa, 18 Januari 2022 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: D|Ist

Foto: D|Ist

ECBM-heart diusulkan sebagai salah satu solusi di bidang kesehatan untuk mengurangi resiko serangan jantung ditengah-tengah kondisi wabah covid-19. Penemu alat ini dosen FMIPA Unpad Bandung putra Samosir, Sumatera Utara.

Elektrokardiograf (EKG) merupakan alat yang digunakan untuk memonitor aktivitas jantung (kardiovaskular) seorang pasien. Dalam melakukan monitoring, biasanya pasien tersebut harus mendatangi rumah sakit dan berada di dekat instrumen EKG.

Dalam penelitian ini, permasalahan tersebut diatasi dengan melakukan rancang bangun sebuah sistem EKG yang bersifat wireless dan portable dilengkapi dengan Electrical Capacitance Body Measurement for heart rate/rhythm monitoring (ECBM-heart).

ECBM-heart merupakan pakaian yang nyaman dan disematkan sensor kapasitansi listrik untuk memantau denyut dan irama jantung yang terintegrasi dengan diagnostik serangan jantung berbasis Artificial Intelligence (AI) (kecerdasan buatan) and Internet of Things (IoT).

Prototipe sistem yang dibangun terdiri dari tiga bagian utama, yaitu modul sensor EKG, sistem jaringan komunikasi wireless dan base station yang dilengkapi software Graphical User Interface (GUI). Modul sensor EKG digunakan untuk menangkap, menguatkan, dan memfilter sinyal-sinyal biopotensial yang dihasilkan oleh tubuh pasien sebagai representasi aktivitas jantung.

Modul akan dibuat seringan mungkin (light weight), berdaya rendah (low power), dan bisa dikenakan dalam bentuk pakaian yang nyaman (wearable) untuk memudahkan mobilitas pasien.

BACA JUGA:  Mengenali Infrastruktur Perangkat Menentukan Aplikasi Tepat

Dengan ketiga bagian tersebut, monitoring dan diagnosa kondisi jantung seorang pasien akan dapat dilakukan secara real-time, akurat dan low-cost selama masih berada dalam radius cakupan sistem wireless link.

Gaya Hidup tak Sehat

Menurut data riset terkini, jumlah orang dengan potensi serangan jantung terus meningkat seiring dengan berubahnya gaya hidup namun jumlah fasilitas kesehatan yang terbatas dan semakin menurun terlebih lagi akibat adanya wabah covid-19.

Adanya wabah covid-19 yang membatasi pergerakan manusia ke rumah sakit, menyebabkan fasilitas kesehatan dan rumah sakit memprioritaskan pasien covid-19 dan membatasi keperluan untuk datang ke rumah sakit demi berkurangnya kontak langsung dan memutuskan rantai covid-19.

Di Indonesia, orang sehat dengan gaya hidup tidak sehat jumlahnya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya transisi usia harapan hidup [Arianie, 2019].

Bahkan, orang tidak sehat dengan perawatan intensif monitoring juga memiliki potensi serangan jantung yang tinggi seperti pasien kanker, lumpuh, lansia, disabilitas [Bader, et al., 2021].

ECBM-heart diusulkan sebagai salah satu solusi di bidang kesehatan untuk mengurangi resiko serangan jantung ditengah-tengah kondisi wabah covid-19. Dengan adanya wabah covid-19, jumlah orang yang memiliki resiko serangan jantung diprediksi akan semakin meningkat.

Untuk mengurangi beban dokter, ECBM dibangun berbasis AI untuk membantu kerja dokter dalam memutuskan kondisi pasien apakah tergolong dalam potensi serangan jantung yang tinggi atau rendah dan berbasis IoT untuk memastikan kondisi jantung pasien dapat dimonitor 24 jam secara kontiniu.

BACA JUGA:  Pemilu, Pesta Demokrasi-Pesta Rakyat Indonesia

Apabila hasil monitoring tersebut dapat dikirimkan secara wireless ke sebuah pusat database pasien di rumah sakit, maka diagnosis aktivitas jantung dapat dilakukan tanpa mengharuskan pasien tersebut datang ke rumah sakit.

Berbasis Teknologi

Penelitian ini ditujukan untuk merancang bangun sebuah sistem Elektrokardiograf (EKG) yang dapat digunakan untuk monitoring aktivitas jantung secara wireless, real- time, dan lowcost tanpa mengganggu mobilitas pasien.

Sistem ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:

• Modul sensor EKG yang miniatur, low-power, dan wearable,

• Sistem komunikasi wireless,

• Sebuah base station dengan software Graphical User Interface (GUI).

Dengan adanya sistem ini maka akan memberikan manfaat:

a. Ditinjau dari aspek peribadi (Gambar 1):

• Meningkatkan quality of life (QOL)

• Mengurangi potensi serangan jantung

• Mengurangi beban ekonomi keluarga

b. Ditinjau dari aspek pemerintah:

• Mengurangi beban pengeluaran BPJS Kesehatan

• Sistem kesehatan negara tetap berjalan baik walaupun dalam kondisi wabah covid-19

• Meningkatkan citra negara Indonesia sebagai negara maju berbasis teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru