Mengenali Infrastruktur Perangkat Menentukan Aplikasi Tepat

- Penulis

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agustina Sijabat, Siswi SMPN 1 Nassau Parluasan, Kabupaten Toba. Foto: D|Ist

Agustina Sijabat, Siswi SMPN 1 Nassau Parluasan, Kabupaten Toba. Foto: D|Ist

PANDEMI Covid-19 tak hanya menghantam sektor ekonomi yang mulai kewalahan. Sektor pendidikan pun sangat mengalami perubahan besar. Bahkan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Indonesia. Pemerintah pun berpikir keras, agar lepas dari kesulitan mengendalikan proses pembelajaran sehingga berjalan lancar di tengah situasi sulit dampak Pandemi Covid-19. Aplikasi tepat guna pun harus dipersiapkan.

Semua sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring (online), menjadi pilihan satu-satunya. Pembelajaran memanfaatkan jaringan internet.

TONTON VIDEONYA: Pengumuman Pemenang LKJ Mediadelegasi

Maka proses pendidikan memakai teknik dalam jaringan (daring). Guru akan berusaha sebisa mungkin agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan berhasil. Guru berperan sebagai pengorganisasi lingkungan belajar dan sekaligus sebagai fasilitator belajar.

BACA JUGA:  DPC dan PAC PKN Delitua Berbagi Masker

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal komputer atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama yaitu dengan menggunakan grup di media sosial seperti Whatshapp, telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran.

Keuntungan yang diperoleh ketika pembelajaran pandemic covid-19, siswa akan banyak menggunakan alat teknologi pada saat pembelajaran, sehingga banyak yang mengerti dan memahami bagian Informatika dan Teknologi. Biaya lebih terjangkau, waktu lebih fleksibel wawasan pun bisa lebih luas.

Sedangkan kekurangan yang diperoleh, keterbatasan akses internet, berkurangnya interaksi dalam pembelajaran. Pemahaman terhadap materi kurang, minimnya pengawasan dalam belajar.

Pembelajaran musim ini, sangat memerlukan pengawasan. Apalagi banyak peserta didik yang kurang mampu mengikuti belajar daring. Sehingga peserta didik banyak kewalahan dan ketinggalan materi pembelajaran.

BACA JUGA:  Diplomasi Jokowi di KTT G-7 Hiroshima Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru