FSB Gagalkan Upaya Pencurian Jet Tempur MiG-31 Rusia oleh Intelijen Ukraina dan Inggris

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rusia menggagalkan upaya pencurian jet tempur MiG-31 yang dilengkapi rudal Kinzhal oleh Ukraina. Foto: Ist.

Rusia menggagalkan upaya pencurian jet tempur MiG-31 yang dilengkapi rudal Kinzhal oleh Ukraina. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Rusia menggagalkan upaya pencurian jet tempur MiG-31 yang dilakukan intelijen Ukraina dan Inggris. Pencurian dilakukan dengan merayu pilot Rusia untuk menerbangkan pesawat itu ke negara anggota NATO.

Badan intelijen Rusia, Dinas Keamanan Federal (FSB), menyatakan intelijen Ukraina dan Inggris merayu dua pilot jet tempur Rusia agar mencuri pesawat yang dipersenjatai rudal hipersonik Kinzhal.

Kantor berita Rusia, RIA Novosti, mengutip pernyataan FSB, melaporkan bahwa jet tempur MiG-31 sedianya akan diterbangkan ke pangkalan udara NATO di Kota Constanta, Rumania.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut FSB, Ukraina dan Inggris merencanakan provokasi skala besar dengan berusaha membajak pesawat pengebom taktis tersebut.

BACA JUGA:  Iran Buka Wilayah Udara Timur Demi Jalur Internasional

Intelijen militer Ukraina berupaya merekrut pilot Rusia itu dengan menjanjikan bayaran 3 juta dolar AS atau sekitar Rp50 miliar.

“Langkah-langkah yang diambil telah menggagalkan rencana dinas intelijen Ukraina dan Inggris untuk melakukan provokasi skala besar,” bunyi pernyataan FSB, dikutip Selasa (11/11/2025).

Stasiun televisi pemerintah Rusia merilis tayangan pesan dan rekaman seorang pria yang bekerja untuk intelijen Ukraina dan Inggris. Dia menawarkan bayaran 3 juta dolar kepada seorang pilot Rusia untuk menerbangkan MiG ke Eropa.

Selain mendapat bayaran, pilot Rusia tersebut juga ditawari kewarganegaraan.

Kinzhal merupakan rudal balistik berkemampuan hipersonik yang diluncurkan dari udara. Senjata ini bisa bermanuver di jalur terbangnya, sehingga bisa menghindar dari sistem pertahanan udara musuh.

BACA JUGA:  Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Korban Tewas dari Sipil Terus Bertambah

FSB tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana upaya pencurian itu digagalkan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah
Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Hukuman Diperberat, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 7 Tahun Penjara
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang Gegara Dukung Iran Lawan AS dan Israel
Lebanon Tegaskan Gencatan Senjata Syarat Mutlak Negosiasi dengan Israel
Pelaku Serangan Acara Trump Targetkan Presiden dan Pejabat AS, Bawa 2 Senjata Api

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:19 WIB

Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:05 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Rabu, 29 April 2026 - 17:29 WIB

Hukuman Diperberat, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 7 Tahun Penjara

Berita Terbaru