Gaji Tak Cukup, Kelas Menengah Terpaksa Gadaikan Aset dan Gaji Habis Buat Cicilan

Ilustrasi Masyarakat Kelas Menengah. (Foto:Ist)

Selain itu, gejala banyaknya kelas menengah yang semakin terimpit utang juga terlihat dari data konsumsi masyarakat untuk makanan yang semakin tinggi. Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat hanya bisa fokus untuk membeli makanan sebagai kebutuhan pokok saja.

“Kalau konsumsi makanan semakin tinggi, berarti pengeluaran mereka untuk non-makanan kan semakin berkurang. Artinya mereka nggak ada duit yang buat non-makanan. Padahal konsumsi non-makanan semakin tinggi menunjukkan bahwa kelas menengah semakin baik,” paparnya.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menambahkan bahwa pertumbuhan industri pinjol dan peningkatan jumlah masyarakat yang menggadaikan barangnya juga menjadi indikasi bahwa gaji yang diterima kelas menengah tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Data resmi OJK mengungkap kenaikan outstanding pinjol dari 2020-2025 tumbuh 651%. Sementara masyarakat yang menggadaikan barangnya juga naik 66% dalam 5 tahun terakhir. Kalau tidak ke pegadaian ya ke pinjol, se-desperate itu kelas menengah,” pungkas Bhima. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait