Gunung Dukono Tetap Berstatus Waspada, Erupsi Terbaru Semburkan Abu Setinggi 3.400 Meter

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolom abu vulkanik tebal berwarna kelabu hingga hitam membumbung tinggi ke langit saat Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada 15 Mei 2026. Foto: Ist.

Kolom abu vulkanik tebal berwarna kelabu hingga hitam membumbung tinggi ke langit saat Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada 15 Mei 2026. Foto: Ist.

Halmahera-Mediadelegasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi kembali merilis laporan terkini mengenai kondisi Gunung Dukono yang berada di wilayah Pulau Halmahera, Maluku Utara. Hingga Jumat (15/5/2026), aktivitas vulkanik gunung berapi tersebut masih berjalan tinggi dan terus dipantau ketat dengan penetapan status pada Level II atau kategori Waspada.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan data pemantauan terakhir yang mencatat adanya erupsi baru yang terjadi hari ini, tepatnya pukul 08.00 WIT. Peristiwa tersebut terekam jelas dalam alat seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30 milimeter dan berlangsung selama 90,23 detik.

Dari pengamatan visual yang dilakukan tim pemantau, kolom abu yang dimuntahkan ke langit berwarna kelabu gelap hingga kehitaman dengan tingkat ketebalan yang cukup padat. Semburan material vulkanik tersebut mencapai ketinggian sekitar 3.400 meter di atas puncak gunung, menandakan bahwa tekanan di dalam perut bumi masih cukup kuat.

Lana juga mengingatkan bahwa potensi semburan gunung ini sangat bervariasi. Sebelumnya, tepat pada tanggal 8 Mei 2026 lalu, Gunung Dukono pernah mencatatkan sejarah semburan tertinggi dalam kurun waktu dekat, di mana kolom abu dan material vulkanik melesat hingga ketinggian 10.000 meter atau setara 10 kilometer di atas permukaan kawah.

BACA JUGA:  KPK Panggil Staf Khusus Raja Juli Antoni terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

Status Waspada ini sebenarnya sudah diberlakukan sejak lama, terhitung mulai tanggal 11 Desember 2024 pukul 15.00 WIT sesuai dengan Surat Pers nomor 111/KM.05/BGL/2024. Sejak saat itu, batas wilayah bahaya secara resmi diperluas hingga radius 4 kilometer dari pusat aktivitas utama yang berada di Kawah Malupang Warirang.

Data rekapitulasi aktivitas yang dikumpulkan tim pemantau menunjukkan bahwa dalam kurun waktu satu minggu terakhir, yakni mulai tanggal 9 Mei hingga 15 Mei 2026, gunung ini sangat aktif bererupsi. Rata-rata tercatat ada 46 kali kejadian semburan setiap harinya.

Ketinggian kolom yang dikeluarkan setiap kali erupsi pun bervariasi, mulai dari yang rendah sekitar 600 meter hingga yang tertinggi mencapai 4.300 meter di atas puncak. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas magmatik di dalam gunung berapi belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Berdasarkan analisis arah angin dan penyebaran material vulkanik, diketahui bahwa abu vulkanik yang dimuntahkan cenderung bergerak ke arah barat laut. Hal ini menjadikan wilayah permukiman penduduk di sekitar Kota Galela dan sekitarnya sebagai wilayah yang paling berisiko terdampak hujan abu.

Sebaran abu vulkanik ini dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. Selain mengganggu pernapasan dan kesehatan saluran pernapasan, abu yang turun juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, merusak fasilitas umum, serta menghambat kelancaran transportasi udara maupun darat di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Kembali Erupsi Sabtu Pagi, Kolom Abu 700 Meter, Ini Larangan PVMBG

Merespons kondisi ini, PVMBG kembali menegaskan imbauan kerasnya. Seluruh masyarakat, wisatawan, maupun pendaki gunung dilarang keras mendekat atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 4 kilometer dari pusat kawah aktif demi menghindari bahaya lontaran batu pijar dan material panas.

Selain bahaya langsung dari erupsi, Lana juga mengingatkan akan risiko bahaya tambahan atau bahaya sekunder. Mengingat topografi dan kondisi wilayah, saat musim hujan tiba, ada potensi besar terjadinya aliran lahar yang dapat meluncur deras lewat Sungai Mamuya di utara, serta Sungai Mede dan Tauni di timur laut yang berhulu di gunung ini.

Pemantauan dan evaluasi kondisi akan terus dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu jika ada perubahan drastis. Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang namun tidak lengah, serta selalu mematuhi arahan dan himbauan keselamatan yang disampaikan oleh pihak berwenang demi keamanan dan keselamatan bersama. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp13,2 Triliun & 259.230 Hektare Hutan Satgas PKH di Kejagung
Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun & Pulihkan 259.230 Hektare Hutan ke Negara
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Sisa Energi Diduga Jadi Pemicu, Status Tetap Waspada
DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, 23 Bab 313 Pasal
Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral
Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Diberhentikan dari ASN, 17 Pejabat Dijatuhi Sanksi
Prabowo di HUT ke-81 TNI: Utamakan Prestasi, Bukan Senioritas, Perkuat Sinergi dengan Rakyat
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua, Hatta Rajasa Wakil Ketua
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp13,2 Triliun & 259.230 Hektare Hutan Satgas PKH di Kejagung

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun & Pulihkan 259.230 Hektare Hutan ke Negara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Sisa Energi Diduga Jadi Pemicu, Status Tetap Waspada

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:50 WIB

DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, 23 Bab 313 Pasal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral

Berita Terbaru

Foto: Dok. Mediadelegasi.

Kabupaten Deli Serdang

Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:08 WIB