Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama 3 Minggu

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon selama 3 minggu. Foto: Ist.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon selama 3 minggu. Foto: Ist.

Washington-Mediadelegasi: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara resmi mengumumkan keputusan untuk memperpanjang masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 3 minggu ke depan. Pengumuman ini disampaikan setelah menggelar pertemuan bersejarah dengan Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, dan Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh Moawad, di Washington DC pada Kamis (23/4/2026).

Keputusan ini diambil menyusul berakhirnya periode gencatan senjata sebelumnya yang berlangsung selama 10 hari. Awalnya, kesepakatan tersebut dijadwalkan berakhir pada Minggu (26/4/2026). Namun, meskipun status gencatan senjata sedang berlaku, laporan di lapangan menyebutkan bahwa serangan udara dari pihak Israel ke wilayah Lebanon masih terus berlanjut hingga saat ini.

“Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama 3 minggu,” ujar Trump saat menerima kedua utusan negara tersebut di Ruang Oval, Gedung Putih, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu pada Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan penting tersebut, turut hadir mendampingi Presiden Trump, Wakil Presiden JD Vance serta Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan betapa seriusnya Amerika Serikat menaruh perhatian terhadap upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:  Perang Blokade Memanas: AS Tutup Selat Hormuz, Iran Balas dengan Larangan Serupa

Trump menilai pertemuan dengan kedua duta besar tersebut berjalan sangat sukses dan konstruktif. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan pemerintah Lebanon guna membantu memberikan perlindungan keamanan, khususnya dalam menghadapi ancaman dari kelompok Hizbullah.

Lebih jauh, Presiden AS menyampaikan harapannya untuk dapat segera menjamu kepala negara dari kedua belah pihak. “Saya berharap bisa segera menjamu Perdana Menteri Israel Bibi (Benjamin) Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun,” ungkapnya.

Trump bahkan membeberkan kemungkinan waktu kunjungan tersebut. Ia menyebut bahwa kedua pemimpin negara tersebut kemungkinan besar akan berkunjung ke Gedung Putih dalam rentang waktu selama masa gencatan senjata selama 3 minggu yang baru disepakati ini.

“Kami melakukan percakapan hebat. Dan saya kira ini adalah awal dari sesuatu yang sangat penting,” tambah Trump, menekankan optimisme yang ia rasakan terhadap arah diplomasi yang sedang ditempuh.

Presiden ke-45 AS ini juga menyatakan keyakinannya bahwa terdapat peluang yang sangat besar bagi Israel dan Lebanon untuk benar-benar mewujudkan perdamaian abadi sebelum tahun 2026 berakhir. Ia melihat momen ini sebagai titik balik yang krusial bagi kedua negara.

BACA JUGA:  Senyap Mematikan: AS Siapkan Operasi Khusus Iran

Meskipun begitu, Trump tetap menegaskan hak Israel untuk mempertahankan wilayahnya. Ia menegaskan bahwa jika diserang, Israel memiliki kebebasan penuh untuk melakukan pembelaan diri. “Mereka akan melakukannya. Saya tidak akan pernah mengatakan mereka tidak mampu (menyerang balik),” tegasnya.

Pertemuan antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington ini merupakan pertemuan kedua yang digelar. Sebelumnya, kedua duta besar telah bertemu pada 14 April lalu di kantor Kementerian Luar Negeri AS. Pertemuan pertama tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan dialog resmi pertama antar kedua negara dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun terakhir, mengingat selama ini Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

Langkah perpanjangan gencatan senjata ini kini menjadi sorotan dunia internasional. Semua pihak menunggu apakah jeda waktu tambahan ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk membuka jalan menuju negosiasi damai yang lebih permanen dan menghentikan kekerasan yang telah berlangsung lama. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah
Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Hukuman Diperberat, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 7 Tahun Penjara
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang Gegara Dukung Iran Lawan AS dan Israel
Lebanon Tegaskan Gencatan Senjata Syarat Mutlak Negosiasi dengan Israel
Pelaku Serangan Acara Trump Targetkan Presiden dan Pejabat AS, Bawa 2 Senjata Api

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:19 WIB

Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:05 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Rabu, 29 April 2026 - 17:29 WIB

Hukuman Diperberat, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 7 Tahun Penjara

Berita Terbaru