Washington-Mediadelegasi: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara resmi mengumumkan keputusan untuk memperpanjang masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 3 minggu ke depan. Pengumuman ini disampaikan setelah menggelar pertemuan bersejarah dengan Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, dan Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh Moawad, di Washington DC pada Kamis (23/4/2026).
Keputusan ini diambil menyusul berakhirnya periode gencatan senjata sebelumnya yang berlangsung selama 10 hari. Awalnya, kesepakatan tersebut dijadwalkan berakhir pada Minggu (26/4/2026). Namun, meskipun status gencatan senjata sedang berlaku, laporan di lapangan menyebutkan bahwa serangan udara dari pihak Israel ke wilayah Lebanon masih terus berlanjut hingga saat ini.
“Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama 3 minggu,” ujar Trump saat menerima kedua utusan negara tersebut di Ruang Oval, Gedung Putih, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu pada Jumat (24/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan penting tersebut, turut hadir mendampingi Presiden Trump, Wakil Presiden JD Vance serta Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan betapa seriusnya Amerika Serikat menaruh perhatian terhadap upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Trump menilai pertemuan dengan kedua duta besar tersebut berjalan sangat sukses dan konstruktif. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan pemerintah Lebanon guna membantu memberikan perlindungan keamanan, khususnya dalam menghadapi ancaman dari kelompok Hizbullah.
Lebih jauh, Presiden AS menyampaikan harapannya untuk dapat segera menjamu kepala negara dari kedua belah pihak. “Saya berharap bisa segera menjamu Perdana Menteri Israel Bibi (Benjamin) Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun,” ungkapnya.
Trump bahkan membeberkan kemungkinan waktu kunjungan tersebut. Ia menyebut bahwa kedua pemimpin negara tersebut kemungkinan besar akan berkunjung ke Gedung Putih dalam rentang waktu selama masa gencatan senjata selama 3 minggu yang baru disepakati ini.
“Kami melakukan percakapan hebat. Dan saya kira ini adalah awal dari sesuatu yang sangat penting,” tambah Trump, menekankan optimisme yang ia rasakan terhadap arah diplomasi yang sedang ditempuh.
Presiden ke-45 AS ini juga menyatakan keyakinannya bahwa terdapat peluang yang sangat besar bagi Israel dan Lebanon untuk benar-benar mewujudkan perdamaian abadi sebelum tahun 2026 berakhir. Ia melihat momen ini sebagai titik balik yang krusial bagi kedua negara.
Meskipun begitu, Trump tetap menegaskan hak Israel untuk mempertahankan wilayahnya. Ia menegaskan bahwa jika diserang, Israel memiliki kebebasan penuh untuk melakukan pembelaan diri. “Mereka akan melakukannya. Saya tidak akan pernah mengatakan mereka tidak mampu (menyerang balik),” tegasnya.
Pertemuan antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington ini merupakan pertemuan kedua yang digelar. Sebelumnya, kedua duta besar telah bertemu pada 14 April lalu di kantor Kementerian Luar Negeri AS. Pertemuan pertama tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan dialog resmi pertama antar kedua negara dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun terakhir, mengingat selama ini Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik formal.
Langkah perpanjangan gencatan senjata ini kini menjadi sorotan dunia internasional. Semua pihak menunggu apakah jeda waktu tambahan ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk membuka jalan menuju negosiasi damai yang lebih permanen dan menghentikan kekerasan yang telah berlangsung lama. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












