Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Rabu, 22 April 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi 2 kapal tanker Iran lolos dari hadangan kapal perang AS, keluar dari Selat Hormuz. Foto: Ist.

Ilustrasi 2 kapal tanker Iran lolos dari hadangan kapal perang AS, keluar dari Selat Hormuz. Foto: Ist.

Teheran-Mediadelegasi: Di tengah tensi tinggi dan kepungan armada militer Amerika Serikat, dua kapal supertanker berbendera Iran dilaporkan berhasil meloloskan diri dari adangan di Selat Hormuz. Keberhasilan ini menjadi tamparan bagi kebijakan blokade total yang baru saja diumumkan oleh pemerintahan Donald Trump terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Republik Islam tersebut.

Kapal supertanker bernama Hero II dan Hedy terdeteksi melalui citra satelit saat melakukan manuver lincah guna menghindari kapal-kapal perang AS yang berpatroli ketat. Keduanya dilaporkan membawa muatan masif, yakni sekitar 4 juta barel minyak mentah yang ditujukan untuk negara pemesan di pasar internasional.

Berdasarkan data yang dirilis oleh perusahaan analisis data maritim, Vortexa, kedua kapal supertanker tersebut tertangkap kamera satelit saat melewati garis blokade AS. Mereka berhasil memasuki perairan Laut Arab pada Senin (21/4/2026), menandakan adanya celah dalam pengawasan ketat yang dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di wilayah strategis tersebut.

Peta Strategis Selat Hormuz

Operasi senyap ini dilakukan dengan teknik navigasi “gelap”, di mana kedua kapal tersebut mematikan transponder Automatic Identification System (AIS) mereka untuk menghindari deteksi radar militer. Langkah ini terbukti efektif dalam menyamarkan posisi mereka selama melewati titik-titik krusial yang dijaga oleh kapal perusak AS.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Melonjak Dekati 120 Dolar

Data pelacakan menunjukkan bahwa Hero II terakhir kali mengaktifkan transpondernya lebih dari sebulan lalu saat berada di utara Selat Malaka. Sementara itu, kapal Hedy memberikan sinyal lokasi terakhirnya di lepas pantai Khor Fakkan pada akhir Februari sebelum akhirnya menghilang dari radar publik dan muncul kembali di Laut Arab.

Keberhasilan ini mempertegas bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk mengekspor komoditas energinya meski berada di bawah tekanan militer yang ekstrem. Setidaknya tercatat ada 34 kapal tanker dan pengangkut gas terkait Iran yang tetap nekat melintasi Selat Hormuz dalam periode ketegangan ini.

Dari puluhan kapal tersebut, 19 di antaranya dilaporkan telah keluar dari Teluk Persia dengan membawa kargo penuh. Hal ini menunjukkan bahwa aliran minyak dari Teheran belum sepenuhnya lumpuh, meskipun risiko penyitaan dan serangan fisik oleh militer AS meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Meskipun tujuan akhir dari Hero II dan Hedy belum terkonfirmasi secara resmi, para analis meyakini bahwa kargo tersebut akan mengarah ke China atau India. Kedua negara ini tetap menjadi pembeli utama minyak mentah Iran, bahkan India dilaporkan telah menerima dua kiriman sebelum sanksi terbaru benar-benar mengikat.

BACA JUGA:  Kepercayaan Iran Terhadap AS Menurun Drastis Pasca Serangan Fasilitas Nuklir

Ketegangan di perairan internasional ini memuncak setelah Presiden Donald Trump pekan lalu secara resmi memerintahkan blokade total terhadap seluruh pelabuhan Iran. Langkah agresif ini bertujuan untuk memutus urat nadi ekonomi Teheran guna memaksa mereka kembali ke meja perundingan dengan syarat yang lebih berat.

Blokade AS sendiri bukannya tanpa aksi kekerasan. Pada akhir pekan lalu, sebuah kapal kargo Iran bernama Touska dilaporkan telah disita oleh pasukan AS setelah sempat terjadi insiden penembakan. Penyitaan ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka di jalur pelayaran dunia tersebut.

Selain di Selat Hormuz, militer AS juga memperluas jangkauan operasinya hingga ke Samudera Hindia. Dilaporkan bahwa mereka melakukan penggeledahan terhadap sebuah kapal tanker yang dijatuhi sanksi di perairan timur Sri Lanka, menunjukkan skala operasi global untuk mengisolasi perdagangan minyak Iran.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi terkait pelarian sukses dua kapal tanker mereka. Namun, keberhasilan Hero II dan Hedy memberikan pesan kuat bahwa strategi “tekanan maksimum” yang dijalankan Washington masih menghadapi perlawanan teknis dan taktis yang signifikan di lapangan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru