Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Sebut Itu Ibarat Ayah Dengan Anaknya

- Penulis

Selasa, 28 Desember 2021 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjewer dan Usir Seorang Pelatih Biliar Saat Pemberian Bonus,(ist)

Menjewer dan Usir Seorang Pelatih Biliar Saat Pemberian Bonus,(ist)

Medan-Mediadelegasi: Kabar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali viral, setelah diduga menjewer dan mengusir seorang pelatih biliar Khoiruddin Aritonang atau Coki. Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/12/2021) di rumah dinas Gubernur Sumut, saat pemberian bonus atlet dan pelatih PON XX Papua.

Setelah beredarnya video Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjewer dan mengusir pelatih biliar itu, dianggap sebagai bentuk sayang memberikan motivasi ibarat seoarang bapak dengan anaknya.

“Jewer sayang itu, namanya,”ujar Edy kepada wartawan, di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (28/12/2021)

Menurut Edy, duduk perkara menjewer dan mengusir Coki karena melihat Coki tidak bersemangat saat Edy berpidato. Padahal sebagai insan olahraga, kata Edy, Coki harus punya motivasi kuat, spirit de corps (jiwa korsa) dan menjadikannya sebagai harga diri.

“Kalau orang tak seperti itu, bukan olahraga. Apalagi yang bersangkutan adalah pelatih. Pelatih aja seperti itu bagaimana yang dilatih,” ujarnya.

“Diajak bicara, yang lain dengan semangatnya bertepuk tangan, dia hanya bersandar, seolah-olah tidak ada di situ. untuk itu dia disuruh keluar, kita tidak butuh orang-orang seperti itu, kita butuh yang siap untuk menjadi prestasi,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Edy Rahmayadi: Kedepan Arsitek Berkolaborasi Bangun Sumut

Video Edy Rahmayadi menjewer dan mengusir Coki beredar luas di media sosial. Peristiwa ini heboh saat Edy menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya, ia meminta atlet Sumut lebih meningkatkan prestasinya, terlebih PON 2024 akan digelar di Sumut dan Aceh.

Saat meyampaikan motivasi pidato ini, Edy kerap mendapat selingan tepuk tangan tamu yang hadir. Namun pada saat itu, Edy melihat Coki tidak bertepuk tangan karena diduga sedang tertidur.

“Yang pakai kupluk itu siapa? Kenapa enggak tepuk tangan,” tanya Edy sembari menunjuk Coki dalam video tersebut.
Dia lalu memanggil Coki naik ke panggung, sembari bertanya cabang olahraga apa yang diikuti Coki di PON. Coki lalu menjawab sebagai pelatih biliar.

“Tak cocok jadi pelatih ini,” kata Edy.

Spontan Edy lalu menjewer kuping Coki. Edy lalu mengusir Coki keluar dari ruangan.

“Kau langsung keluar, tak usah lagi di sini,” ujar Edy.

BACA JUGA:  Tujuh Komitmen OPD Perkuat Sinergi Pembangunan Sumut

Coki kemudian meninggalkan ruangan. Edy kemudian meminta pada KONI dan Dispora untuk mengevaluasi cabang olahraga biliar.

“Evaluasi. Kadispora, Ketua KONI. Yang tak pantas, tak usah (dipakai lagi),” dia memerintahkan.

Terkait hal ini, Coki angkat bicara. Dia membantah dijewer karena tidur saat acara, seperti pemberitaan yang beredar luas. Menurutnya, tidak hanya dia saja yang tidak tepuk tangan, ada juga peserta yang lain. Tetapi hanya dia yang disuruh Edy naik ke atas panggung.

“Karena menghormati, naiklah ke atas. Pertanyaan (Edy) kan jelas. ‘Kenapa kau tidak tepuk tangan saat saya bicara?’ (Karena), bingung saya diam, sebagai orang tua saya menghargainya. Tapi lucu juga pertanyaannya,” kata Coki kepada wartawan, Selasa (28/12).

Pada saat itu, Coki membenarkan dia dijewer Edy, namun dia tidak mempersoalkannya. Karena dia menganggap, Edy sebagai orang tuanya.

“Enggak kaget, tapi wajarlah dijewer karena saya merasa, itu orang tua ke anak,” ujarnya.(D|Red-08|berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Publik Pertanyakan Waktu Pelaksanaan FGD LLDIKTI Wilayah I
​Rupiah Melemah Tembus Rp18.037,00 per Dolar AS
Viral Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan, Bobby Nasution:Ampun Sekali Lihatnya
Dittipidnarkoba Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Diskotek New Zone Medan
Pemprov Sumut Gelar Geo Festival di Danau Toba dengan Anggaran Rp 2 M
Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:27 WIB

Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:41 WIB

Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:07 WIB

Publik Pertanyakan Waktu Pelaksanaan FGD LLDIKTI Wilayah I

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:22 WIB

​Rupiah Melemah Tembus Rp18.037,00 per Dolar AS

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:14 WIB

Viral Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan, Bobby Nasution:Ampun Sekali Lihatnya

Berita Terbaru