Irine Yusiana Minta Audit Keselamatan Seluruh Kapal Penumpang Pasca-Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Foto: Ist.

KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri Roba meminta Kementerian Perhubungan segera melakukan audit keselamatan menyeluruh terhadap seluruh armada kapal penumpang di Indonesia. Seruan itu disampaikan menyusul peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Irine menegaskan, audit wajib menyasar khususnya kapal penumpang jarak jauh yang sekaligus mengangkut kendaraan dan logistik. Langkah ini dianggap mendesak agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut wajib melakukan audit keselamatan total terhadap seluruh armada kapal penumpang jarak jauh, khususnya kapal yang mengangkut kombinasi penumpang dan kendaraan logistik,” ujar Irine kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Politikus PDI-P itu juga meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan memperketat pengawasan sebelum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar. Tidak boleh ada toleransi sedikit pun terhadap kapal yang belum memenuhi standar kelayakan, terutama terkait sistem proteksi kebakaran.

BACA JUGA:  Usai Magang, Menaker Ajak Peserta MagangHub Batch III Ikuti Sertifikasi Kompetensi Perkuat Daya Saing Kerja

“Jangan sampai ada toleransi terhadap kapal yang tidak memenuhi standar kelayakan proteksi kebakaran. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi publik,” tegasnya.

Irine meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi bersama Polda Jawa Timur mengusut tuntas penyebab kebakaran hingga ke akar masalah. Investigasi harus mencakup berbagai aspek mulai dari sistem kelistrikan dan kondisi mesin, kelengkapan manifes, hingga ketersediaan serta fungsi alat keselamatan seperti sekoci dan pelampung.

Sorotan terhadap alat keselamatan muncul menyusul laporan kepanikan penumpang saat peristiwa berlangsung, yang memunculkan dugaan perlengkapan penyelamat tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau jumlahnya tidak memadai.

Apabila hasil investigasi menemukan adanya kelalaian prosedur atau pengabaian pemeliharaan kapal dari pihak operator PT Atosim Lampung Pelayaran, Irine menuntut sanksi tegas segera dijatuhkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA:  Prabowo Lantik Hakim MK dan Ombudsman Pekan Ini

“Kita tidak boleh membiarkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut runtuh akibat kelalaian standar keselamatan,” pungkas Irine.

Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep pada Minggu pagi. Berdasarkan manifes resmi, kapal mengangkut 271 orang, terdiri atas 232 penumpang serta 39 orang anak buah kapal.

Hingga data dipantau Minggu pukul 18.00 WIB, tercatat 227 orang selamat, sementara lima orang meninggal dunia. Nakhoda kapal sempat dilaporkan hilang kontak, namun kapal dipastikan tidak tenggelam meski masih dalam kondisi panas dan miring.

Peristiwa tragis ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan aspek keselamatan di kapal penyeberangan nasional. Masyarakat kini menanti langkah nyata pemerintah memastikan setiap kapal yang berlayar benar-benar aman dan layak mengangkut nyawa penumpang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026, Siap Tugas di HUT ke-81 RI
Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak
Detik-Detik Mengerikan Gempa M 7,7 Guncang Pelabuhan Maumere: Jembatan Dermaga Roboh, Penumpang Berjatuhan ke Laut
Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7
Kasus TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Enam Saksi, Telusuri Aset Dugaan Hasil Kejahatan
Presiden Prabowo Usulkan Amnesti Khusus & Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Pelanggaran BUMN 30 Tahun Terakhir
Presiden Prabowo: Belum Seluruh Janji Tuntas, Namun Sudah Mulai Selesaikan Persoalan Puluhan Tahun
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026, Siap Tugas di HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Detik-Detik Mengerikan Gempa M 7,7 Guncang Pelabuhan Maumere: Jembatan Dermaga Roboh, Penumpang Berjatuhan ke Laut

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7

Berita Terbaru