Medan-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution meluncurkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. TPST ini menawarkan pengolahan sampah yang sistematis dan memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Bobby berharap bahwa TPST ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah.
TPST USU memiliki enam area sistematis yang digunakan untuk mengolah sampah. Area-area tersebut meliputi pemilihan dan pencacahan, pirolisis dan insinerator, pengomposan, budidaya magot, produksi pelet magot, dan peternakan ikan dan unggas dari pelet magot. Semua area ini terkait satu sama lain dan dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis.
Bobby menjelaskan bahwa TPST ini dapat mengurangi permasalahan sampah dari skala mikro. “Ini tidak seperti TPA yang menangani sampah secara makro, kita bergerak dari skala mikro dan saya rasa untuk masalah sampah tepat menggunakan skema ini,” kata Bobby. TPST ini juga dapat diaplikasikan di masyarakat dengan pemilihan sampah yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor USU Muryanto Amin berharap banyak yang mengimplementasikan TPST ini untuk menyelesaikan masalah sampah di lingkungannya. “Ini bisa diterapkan di desa, kelurahan, karena memang skalanya tidak besar, tetapi bila banyak yang menerapkan tentu permasalahan sampah di sekitar kita akan berkurang,” kata Muryanto Amin.
Muryanto Amin juga berharap bahwa TPST ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah. “Produk dari TPST memiliki nilai ekonomis terutama pelet magot,” kata Muryanto Amin. Pelet magot dapat digunakan sebagai pakan ternak dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Saat ini, TPST USU masih beroperasi untuk lingkungan kecil, memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekitar USU. Namun, Bobby berharap bahwa TPST ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah dan dapat diaplikasikan di skala yang lebih besar.
Bobby juga menekankan pentingnya pemilihan sampah di rumah tangga. “Kalau kita minta rumah tangga memilah sampah berarti kita harus bangun infrastruktur dan sarana penunjangnya juga, menyiapkan pengangkutan khusus, dan lain-lain,” kata Bobby. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan baik.
TPST USU ini juga dihadiri oleh Sultan Deli Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah yang juga merupakan salah satu pengembang TPST USU. Hadir juga Kepala Dinas LHK Sumut Yuliani Siregar dan OPD terkait lainnya.
Dengan adanya TPST ini, diharapkan permasalahan sampah di Sumatera Utara dapat berkurang dan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pengolahan sampah yang sistematis. Bobby berharap bahwa TPST ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah dan dapat diaplikasikan di skala yang lebih besar.
TPST USU ini merupakan salah satu contoh inovasi dalam mengelola sampah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi permasalahan sampah di lingkungan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan baik dan dapat menerapkan TPST ini di lingkungannya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












