Medan-Mediadelegasi: Jika di sejumlah daerah di Indonesia, kelapa daerah pada getol membantu masyarakatnya dengan memotong sebagian gajinya dan mengusahakan bantuan lainnya untuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, justru disebut-sebut malah kebalikannya, yakni, menghimpun dana dari masyarakat dengan membuka rekening donasi.
Tak ayal, kebijakan yang aneh itu pun mendapat protes keras dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Pengurus Pusat Koordinator Wilayah I GMKI Sumut-NAD, Gito M Pardede (foto), menilai kebijakan Pemprov Sumut itu sangat ambigu.
Untuk meminta bantuan kepada masyarakat dengan membuka rekening khusus, kata Gito, sungguh sangat tidak tepat. “Apaalgi banyak masyarakat yang berhenti bekerja. Para wirausaha juga banyak yang merugi, terlebih masyarakat harus fokus menjauhkan diri mereka dari serangan covid-19,” ulasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan orang nomor satu Pemprov Sumut itu malah sangat membingungkan. “Bahkan itu membuat masyarakat mempunyai penilaian aneh terhadap pemerintah, sehingga takut seakan akan pemerintah tak mampu menangani masalah ini,” jelas Gito.
Kalau pun, kata Gito, Pemprov Sumut serius menggalang dana, seharusnya duduk bersama dengan pihak legislatif, menggelar rapat khusus dengan para pengusaha atau dapat meminta dukungan dana dari pusat.
“Masih ada anggaran yang kami lihat kurang produktif, dan akan sangat baik bila dialihkan untuk penanganan corona ini. Sesuai arahan Presiden, pemerintah daerah dalam hal ini gubernur, wajib merelokasi anggaran untuk mengutamakan pencegahan COVID-19, Bukan dari masyarakat.. masyarakat sudah susah, jangan sibuat susah lagi,” tambahnya.
GMKI, tambah Gito Pardede, juga mempertanyakan kejelasan pengelolaan jumlah anggaran Rp 18 miliar yang dialokasikan Pemprov Sumut untuk penanganan wabah Covid-19.
“Kalau memang Pemrov akan membuka rekening donasi, jadi ke mana anggaran sebesar 18 miliar yang telah disampaikan oleh Gubernur Edy Rahmayadi, ditambah Pemko medan siap mengelontorkan dana sebesar 100 miliar untuk menanganani wabah ini? Jika pemerintah sudah memiliki kemampuan penganggaran sebesar itu, untuk apa lagi pemerintah buka bantuan donasi dari warga, kan bingung kita? Seolah olah Pemprov tidak tahu melakukan apa-apa dan masih ragu-ragu,” sebut Gito.
Sebagaimana diketahui hingga per tanggal 30 Maret 2020, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumut Wikho Irwan mengungkapkan jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Sumut sebanyak 2.909 orang, Pasien dalam Pengawasan (PDP) 77, PDP yang diketahui negatif 21 orang. Sementara yang positif 14 orang, 2 dianyataranya meninggal dunia.
Begitu pun, Gito Pardede tetap berharap seluruh komponen masyarakat sumut bekerja sama dalam kondisi wabah covid-19.
“Saya kembali menghimbau semua komponen masyarakat, dari semua golongan profesi dan lintas agama agar bijak dalam kondisi bencana ini. Menjalankan Maklumat Kapolri dan himbauan pemerintah serta menjaga sanitasi diri dan jauhi kerumunan akan membuat virus sulit berkembang, kita tidak ingin angka kematian di sumut karna corona semakin bertambah dan semakin sulit diatasi.” tutup Gito.
Sekedari diketahui, diketahui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Wikho Irwan D, yang mengumumkan rekening donasi itu pada konferensi pers, Senin (30/03/2020). “Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menyediakan tempat bagi Bapak Ibu untuk melaksanakan donasi melalui rekening Donasi Sumut Peduli Covid-19 melalui nomor rekening 10001027777477 melalui rekening Bank Sumatra Utara,” sebut Wikho. D|rel|net|rep












