Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah karena Alasan Kesehatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyampaikan telah mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Foto: Ist.

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyampaikan telah mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Pengacara kawakan Hotman Paris Hutapea secara mengejutkan memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Langkah ini diambil di tengah penanganan kasus dugaan tiga perkara korupsi besar serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).

Keputusan pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Hotman kepada awak media pada Kamis (23/7/2026). Ia mengaku telah memberikan pemberitahuan secara resmi kepada Febrie sejak dua hari sebelum pengumuman tersebut dibuat.

Menurut pengakuan Hotman, faktor utama di balik keputusan tersebut adalah kondisi kesehatannya yang membutuhkan perhatian intensif. Ia merasa perlu mengurangi beban kerja mental agar proses pemulihannya tidak terganggu.

Hotman menuturkan bahwa Febrie sebenarnya sempat memintanya untuk tetap bertahan mendampingi proses hukum yang sedang berjalan. Namun, alasan kesehatan yang mendesak membuat sang advokat mantap mengambil keputusan untuk mundur.

Ia menegaskan bahwa aktivitas pemikiran yang terlalu berat dalam menangani kasus berskala besar berisiko memperburuk kondisi fisiknya. Oleh karena itu, ia memilih untuk beristirahat dari pendampingan hukum perkara tersebut.

BACA JUGA:  Febrie Adriansyah Siap Kembali Berantas Korupsi Jika Dibebaskan Hakim

Padahal, Hotman baru saja mengumumkan penunjukannya sebagai kuasa hukum Febrie pada Jumat (17/7/2026) lalu. Ia bahkan sempat mendampingi kliennya dalam proses pemeriksaan lanjutan di Mako Kejaksaan Agung.

Setelah mendampingi pemeriksaan kala itu, Hotman sempat memberikan penjelasan rinci kepada awak media mengenai poin-poin materi pertanyaan yang diajukan penyidik. Terdapat setidaknya 18 pertanyaan yang didominasi klarifikasi aliran dana.

Salah satu poin penting yang diklarifikasi adalah terkait tuduhan penerimaan uang senilai Rp50 miliar dari pihak Tan Kian. Hotman menegaskan bahwa kliennya membantah keras aliran dana tersebut dan memastikan tidak ada keterlibatan uang sebagaimana dituduhkan.

Selain masalah aliran dana, Hotman juga menerangkan status kepemilikan aset yang sempat digeledah oleh Kortas Tipidkor Polri, termasuk usaha Kafe de’Clan. Menurut penjelasan Hotman, lahan kafe tersebut berstatus sewa atas nama pihak lain, yaitu Don Ritto.

Mengenai penemuan aset berupa emas batangan seberat 74 kilogram di sebuah rumah di kawasan Sentul, Hotman membantah penguasaan aset tersebut berada di tangan Febrie. Ia menyebutkan rumah tersebut telah lama digunakan dan dikelola oleh Don Ritto sejak tahun 2022.

BACA JUGA:  Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakil Kepala BGN Dijemput Kejagung Dini Hari, Sedang Diperiksa

Di luar penanganan kasus Febrie Adriansyah, nama Hotman Paris belakangan ini juga menjadi sorotan akibat laporan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pelanggaran Pasal 242 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Laporan PWI dipicu oleh ucapan Hotman saat konferensi pers yang dinilai menyinggung kehormatan dan profesi wartawan. Pihak PWI menilai tindakan hukum perlu diambil meski Hotman telah mengunggah video permohonan maaf.

Merespons polemik tersebut, Hotman menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya merupakan bentuk respons emosional sesaat karena merasa pertanyaan yang sama terus diulang oleh wartawan.

Meski kini resmi melepas status sebagai pengacara Febrie Adriansyah, perkembangan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret mantan Jampidsus tersebut dipastikan terus bergulir di Kejaksaan Agung. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB