Gunung Semeru Kembali Meletus Dua Kali dalam Sejam: Kolom Abu Tembus 1.200 Meter, Warga Diminta Waspada Maksimal

Senin, 6 Juli 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Semeru kembali erupsi dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter, Senin (6/7/2026) sore WIB. Foto: Ist.

Gunung Semeru kembali erupsi dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter, Senin (6/7/2026) sore WIB. Foto: Ist.

Lumajang-Mediadelegasi: Gunung Semeru yang membentang di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas mengkhawatirkan. Pada Senin sore, 6 Juli 2026, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini meletus dua kali hanya berselang waktu satu jam, menyemburkan kolom abu setinggi lebih dari satu kilometer ke angkasa.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan pertama terjadi tepat pada pukul 13.35 WIB. Saat itu, terlihat kolom abu membumbung tinggi mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan ketinggian 4.876 meter dari permukaan laut.

Belum sempat suasana tenang, hanya berselang satu jam kemudian, tepatnya pukul 14.34 WIB, letusan kedua terjadi dengan kekuatan yang tak kalah dahsyatnya. Tinggi kolom abu yang teramati tetap sama, membuktikan aktivitas magma di perut gunung masih sangat aktif dan bergejolak.

Dalam keterangan resminya, PVMBG menjelaskan kolom abu yang keluar berwarna putih bercampur kelabu gelap dengan intensitas yang terbilang tebal. Aliran abu ini terlihat bergerak perlahan dan melayang ke arah timur serta timur laut, menutupi langit di wilayah sekitar kaki gunung.

BACA JUGA:  Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Dahsyat, Semburkan Abu Setinggi 2.500 Meter dan Picu Hujan Abu

Letusan ini terekam jelas oleh alat pemantau seismograf. Data menunjukkan amplitudo getaran mencapai angka maksimum 22 milimeter, dengan durasi erupsi yang berlangsung selama 112 detik. Ini menjadi tanda bahwa tekanan di dalam kawah masih cukup besar untuk mendorong material ke permukaan.

Hingga saat ini, status kewaspadaan Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Artinya, gunung berapi ini belum aman untuk didekati dan setiap saat berpotensi mengeluarkan material vulkanik yang lebih berbahaya.

Pihak berwenang telah mengeluarkan larangan tegas bagi warga maupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona berbahaya. Khususnya di sektor tenggara yang membentang sepanjang aliran Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari titik pusat erupsi.

Bagi wilayah yang berada di luar jarak tersebut, warga tetap dilarang mendekati tepi sungai sejauh minimal 500 meter. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meluapnya aliran awan panas dan lahar hujan yang bisa menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari puncak gunung.

BACA JUGA:  Nurhadi Bantah Terima Gratifikasi, Sidang Lanjutkan Pembuktian

Risiko lain yang tak kalah berbahaya adalah lontaran batu pijar yang bisa meluncur keluar saat letusan terjadi. Oleh sebab itu, setiap orang dilarang keras beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari mulut kawah Semeru demi menghindari bahaya langsung.

PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi guguran lava dan aliran lahar yang bisa tiba-tiba turun. Bahaya ini mengancam sepanjang lembah dan sungai yang hulunya berada di kawasan gunung, terutama Besuk Bang, Besuk Kembar, hingga Besuk Sat.

Di musim hujan sekalipun, ancaman lahar tetap bisa terjadi sewaktu-waktu dan membawa material berat yang merusak. Anak-anak sungai kecil yang menjadi cabang dari Besuk Kobokan juga berisiko tersapu aliran tersebut jika curah hujan cukup tinggi.

Warga diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang, menyiapkan perlengkapan darurat, dan segera mengungsi jika ada peringatan dini. Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama mengingat sifat aktivitas Semeru yang sulit diprediksi secara pasti. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Ivan

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Panggil Staf Khusus Raja Juli Antoni terkait Kasus Suap Bupati Kuansing
Kejagung Periksa Saksi dari KAP, Perkuat Kasus Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT TPL Rp2 Triliun
KPK Naikkan Perkara Kabupaten Bogor ke Tahap Penyidikan, Terbitkan Sprindik Umum dan Amankan Rp1,5 Miliar
KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Terkait Seleksi Mahasiswa Baru
KPK Gelar OTT Rektor dan Pejabat Unsoed, Dibawa ke Jakarta untuk Diperiksa
PN Jaksel Tolak Praperadilan Dokter Tifa
Reses Maruli Siahaan: Aspirasi Warga Marindal Berujung BPJS Gratis
KPK Jawab Tantangan Yaqut: Kerugian Negara Rp622 Miliar Sudah Terbukti Lengkap
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:47 WIB

KPK Panggil Staf Khusus Raja Juli Antoni terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kejagung Periksa Saksi dari KAP, Perkuat Kasus Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT TPL Rp2 Triliun

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:21 WIB

KPK Naikkan Perkara Kabupaten Bogor ke Tahap Penyidikan, Terbitkan Sprindik Umum dan Amankan Rp1,5 Miliar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:12 WIB

KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Terkait Seleksi Mahasiswa Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:44 WIB

KPK Gelar OTT Rektor dan Pejabat Unsoed, Dibawa ke Jakarta untuk Diperiksa

Berita Terbaru

Bobby Nasution Gelontorkan Rp50 Miliar untuk UMKM Sumut. (Foto:Ist)

Kota Medan

Bobby Nasution Gelontorkan Rp50 Miliar untuk UMKM Sumut

Jumat, 21 Agu 2026 - 16:28 WIB