Hadapi Persaingan, Starbucks Jual 60% Saham Ke Tiongkok

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Starbucks Coffee (Foto:Ist)

Starbucks Coffee (Foto:Ist)

Beijing-Mediadelegasi : Raksasa kopi dunia, Starbucks, membuat langkah mengejutkan dengan mengumumkan penjualan 60 persen saham bisnisnya di Tiongkok kepada perusahaan investasi Boyu Capital. Kesepakatan bernilai fantastis, mencapai USD4 miliar atau sekitar Rp66 triliun.

Dalam perjanjian yang diumumkan pada Selasa (4/11/2025), Starbucks akan tetap memegang 40 persen kepemilikan pada operasi ritelnya di Tiongkok. Selain itu, mereka juga mempertahankan hak atas merek Starbucks di negara tersebut. Perusahaan memperkirakan nilai keseluruhan bisnis ritelnya di Tiongkok mencapai USD 13 miliar.

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam strategi Starbucks di pasar Tiongkok, yang merupakan pasar terbesar kedua mereka setelah Amerika Serikat. Starbucks pertama kali memasuki pasar Tiongkok pada tahun 1999 dan telah membangun jaringan yang luas dengan sekitar 8.000 gerai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Starbucks menghadapi tantangan berat di Tiongkok. Persaingan ketat dari merek lokal, terutama Luckin Coffee, telah menekan pangsa pasar dan keuntungan perusahaan. Luckin Coffee berhasil menarik konsumen dengan harga yang lebih terjangkau dan strategi promosi yang agresif.

BACA JUGA:  AS Kenakan Bea Masuk 32% pada RI, Ini Dampaknya

Kantor pusat operasional Starbucks di Tiongkok akan tetap berlokasi di Shanghai. Meskipun menjual sebagian besar sahamnya, Starbucks tetap memiliki rencana ekspansi yang ambisius, dengan target mencapai 20.000 gerai dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut laporan BBC, Starbucks menyebut kemitraan dengan Boyu sebagai “tonggak penting” yang mencerminkan komitmen pertumbuhan jangka panjang perusahaan di Tiongkok. Kolaborasi ini diharapkan dapat menggabungkan kekuatan merek global Starbucks dengan pemahaman Boyu tentang perilaku konsumen lokal.

Kesepakatan ini diharapkan akan rampung pada tahun depan. Starbucks juga berencana untuk memperkenalkan varian minuman baru serta memperluas platform digital untuk memperkuat keterlibatan pelanggan di pasar Tiongkok.

Boyu Capital merupakan perusahaan ekuitas swasta yang memiliki investasi di berbagai sektor, termasuk ritel, keuangan, dan teknologi. Perusahaan ini memiliki kantor di Shanghai, Hong Kong, dan Singapura.

Langkah Starbucks ini muncul setelah berbulan-bulan spekulasi mengenai masa depan perusahaan di Tiongkok. Mantan CEO Laxman Narasimhan sebelumnya mengindikasikan bahwa perusahaan sedang menjajaki kemitraan strategis untuk memperkuat daya saing di pasar terbesar kedua di dunia itu.

BACA JUGA:  Foodtech Innovation Competition 2025: Membangun Ketahanan Pangan Berbasis Inovasi Pangan Lokal

Kesepakatan dengan Boyu menjadi salah satu transaksi terbesar perusahaan global di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Yum! Brands, pemilik KFC dan Pizza Hut, juga melepas operasi mereka di Tiongkok pada tahun 2016 setelah menghadapi tekanan pasar yang berat.

Beberapa perusahaan besar asal AS lainnya, seperti Gap dan Uber, juga mengalami kesulitan serupa di pasar Tiongkok.

Penurunan penjualan Starbucks di Tiongkok disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pandemi Covid-19, menurunnya daya beli konsumen, dan persaingan lokal yang semakin ketat. Luckin Coffee kini bahkan memiliki jumlah gerai yang lebih banyak dibandingkan Starbucks.

Untuk mengatasi persaingan, Starbucks telah menurunkan harga produk, meskipun langkah ini menekan margin keuntungan perusahaan.

Sejak menjabat tahun lalu, CEO Brian Niccol—mantan pimpinan Chipotle—memimpin upaya restrukturisasi global Starbucks, termasuk pembaruan menu, rekrutmen barista tambahan, serta pengurangan otomatisasi di gerai. Saat ini, jaringan Starbucks memiliki lebih dari 40.000 gerai di seluruh dunia. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Bertambah, 1.135 Jiwa Meninggal Dunia
KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi
MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi
Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar
Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid
Kemendagri Apresiasi Sumut Berhasil Tekan Inflasi, Bukti Keseriusan Kendalikan Harga
Sejumlah Kementerian Kembalikan Dana APBN Rp3,5 Triliun, Menkeu: ‘Mereka Nyerah Belanja’
Indonesia Genjot Industri Petrokimia Nasional: Kurangi Impor, Tingkatkan Kemandirian

Berita Terkait

Kamis, 25 Desember 2025 - 20:23 WIB

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Bertambah, 1.135 Jiwa Meninggal Dunia

Senin, 22 Desember 2025 - 15:11 WIB

KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi

Senin, 22 Desember 2025 - 12:20 WIB

MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:06 WIB

Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar

Jumat, 21 November 2025 - 13:42 WIB

Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid

Berita Terbaru