Hardip Pedagang: Daya Beli Hewan Qurban Jauh Merosot

Kamis, 16 Juli 2020 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hardip pedagang hewan qurban (foto kiri) di Jalan Karya Wisata simpang Jalan Karya Kasih, Medan Johor. Foto: D|medan|hendra gustian

Hardip pedagang hewan qurban (foto kiri) di Jalan Karya Wisata simpang Jalan Karya Kasih, Medan Johor. Foto: D|medan|hendra gustian

Medan-Mediadelegasi: Idul Adha atau lebaran qurban 1441 H tahun 2020 tak lama lagi, akhir Juli ini. Idul Qurban dengan pemotongan hewan ternak atau hewan qurban dilakukan di masjid-masjid, kantor pemerintah, kantor swasta bahkan kawasan pemukiman warga. Hewan qurban pun saat mulai dijajakan atau dijual di tepi jalan.

Pantauan Mediadelegasi, Kamis (16/7), di lokasi penjualan hewan berupa sapi atau lembu dan kambing di Jalan Karya Wisata simpang Jalan Karya Kasih, Kecamatan Medan Johor, Medan, warga mulai memesan.

Hardip penjual hewan qurban di lokasi ini membandrol, lembu atau sapi dengan berat 70 kg seharga Rp11,5 juta, berat 80 kg Rp12,5 juta, berat 100 kg Rp15,5 juta dan seterusnya.

Hardip, pemilik usaha penjualan hewan untuk qurban dan aqiqah ini mengaku warisan dari orang tuanya Ramli S yang sudah membuka usahanya sejak tahun 1991.

BACA JUGA:  GMD Sumut Sembelih Satu Ekor Kambing di Idul Adha 1442 H

“Kita menyediakan penjualan hewan untuk qurban.  Selain di Medan Johor ini ada di Medan Polonia. Pasokannya dari daerah Kabupaten Langkat dan Labuhanbatu Utara,” katanya.

Dia juga mengatakan, kambing yang dia jual adalah blasteran Jawa randu, bandot dan kambing kacang. “Jenis kambing tersebut lebih tinggi kadar kolesterolnya,” katanya seraya mengingatkan konsumen mengidap hipertensi atau darah tinggi agar lebih berhati-hati mengonsumsinya.

Menurutnya, berbeda dengan jenis domba atau biri-biri. “Kolesterolnya lebih rendah,” katanya.

Kambing jenis Etawa, Hardip tidak menjualnya. “Kambing etawa hanya besar badan, tidak berdaging, tak ada yang mau beli, begitu juga jenis Domba atau biri-biri juga tidak laku, entah kenapa, tak ada peminat,” katanya mengumbar pengalaman.

BACA JUGA:  Dugaan Pemalsuan Grant Sultan, Pemilik Lahan Laporkan 15 Terlapor di Poldasu

Selain menjual hewan untuk qurban, aqiqah dan hajatan, Hardip juga memiliki peternakan sapi perah untuk diambil susunya, berlokasi di Jalan Mawar Karangsari, Kecamatan Medan Polonia.

Usaha keluarga Hardip tergabung dalam Ikatan Sapi Sumatera Utara yang memiliki anggota ratusan kelompok pengusaha dan peternak yang tersebar di seluruh Kabupaten/kota di Sumatera Utara yang berpusat di kota Tebingtinggi.

Pada bagian lain, Hardip menuturkan, pandemic Covid-19  sangat berdampak terhadap usahanya. “Biasanya tahun tahun lalu banjir pembeli, tahun ini daya beli sangat merosot,” katanya seraya berharap pandemi segera berlalu, agar keadaan normal kembali. D|Med-54

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB